Jumat, 21 Januari 2011

- 'Pelatih Jangan Jadi Korban Konflik PSSI-LPI'

Jakarta - PSSI menyatakan akan mencabut lisensi semua pelatih yang berpartisipasi di LPI. Bambang Nurdiansyah selaku pelatih Jakarta FC 1928 pun meminta hal itu jangan dilakukan sebab pelatih tak punya salah apapun.

Bambang bersama Aji Santoso (Persebaya 1927), Nandar Iskandar (Bandung FC) dan Edi Paryono (Semarang United) adalah segelintir pelatih-pelatih tenar di Tanah Air yang memutuskan hijrah ke LPI.

Boleh jadi keputusan mereka itu nantinya akan merugikan diri mereka sebab PSSI sudah mengancam akan memberi sanksi kepada siapapun yang terlibat dalam kompetisi yang dinilai ilegal tersebut.

Bambang yang merupakan mantan pelatih timnas berpendapat jika langkah yang dilakukan PSSI itu salah. Sebab dalam kasus konflik antara PSSI dan LPI, pelatih tidak punya andil apa-apa dan tujuan mereka melatih klub-klub LPI pun semata-mata untuk memajukan persepakbolaan Indonesia.

"Saya sangat takut dengan institusi PSSI, bukan oknumnya. Saya dibesarkan PSSI dan menghormati institusi itu, namun saya ingin kasih tahu kepada bapak-bapak di PSSI, tolong kami-kami (pelatih) ini jangan jadi korban. Saya hanya membantu persepakbolaan Nasional saja," tutur Bambang dalam launching Jakarta FC 1928 di Cilandak Town Square, Kamis (20/1/2011) malam tadi.

Lebih lanjut Bambang menegaskan jika dirinya bukanlah pemberontak, seperti yang PSSI sering katakan kepada oknum-oknum yang membelot ke LPI. Bambang menilai dirinya murni hanya ingin membantu sepakbola nasional ke depannya sekaligus berharap konflik antara PSSI-LPI bisa cepat usai.

"Tidak ada istilah pemberontak. Saya tidak melihat saya membelot dari PSSI atau bagaimana, saya melihat saya membantu persepakbolaan nasional. Saya harapkan ke depannya LPI dan ISL bisa menemukan titik temu," tuntasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar