Sabtu, 26 Februari 2011

- Lawan Bali Devata, Persibo Tanpa Tiga Pilar

Bojonegoro - Menjamu Bali Devata di Stadion Letjend H Soedirman, Bojonegoro, Sabtu (26/2/2011) Persibo bakal bermain tanpa tiga pemain pilarnya. Namun mereka tetap menargetkan meraup poin penuh.

Tiga pilar Persibo yang absen dalam laga ini adalah bek Eduardo Bizarro, gelandang M. Irfan dan penyerang asal Suriah, Muhammad Albicho. Jika nama pertama absen karena skorsing akumulasi kartu, dua yang terakhir akibat cedera.

"Kami masih punya pemain pengganti yang cukup untuk berusaha memenangi pertandingan, meski ada beberapa pemain yang absen," kata manajer Persibo, Letkol Inf Taufik Risnendar.

Bizarro kemungkinan bakal digantikan Aang Suparman atau Friyan Eko Yuwono. Sedangkan di lini depan, Persibo tinggal mengandalkan ketajaman Samsul Arif, Bagus Cahyono dan Dicky Firasat.

"Kami tahu bahwa Bali Devata adalah tim tangguh. Namun, kami tetap optimistis dan memasang target menang dalam pertandingan ini," sambung Taufik.

Guna meraih target itu, para pemain diinstruksikan tidak menyepelekan lawan. Sebab hal itu bisa membuat lengah, sebagaimana Persibo yang ditahan seri di kandang sendiri saat meladeni Minangkabau FC beberapa waktu lalu.
- PSM Yakin Kalahkan Manado United

Makassar - PSM Makassar optimistis meraih angka penuh saat menjamu Manado United dalam lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI) di stadion Andi Matalatta, Makassar, hari Sabtu (26/2/2011) sore.

Hal ini ditegaskan oleh Managing Director PSM, Husain Abdullah, jumat (25/2/2011).

Menurut Husain, tim-tim baru yang bermain di LPI kerap berlipat ganda semangatnya setiap kali menghadapi PSM, yang merupakan klub "tertua" di kompetisi ini.

"Manado United termasuk klub yang naik daun dan berhasrat mencuri poin di Makassar, tapi kami optimistis bisa menang. Kami sangat siap untuk pertandingan besok," tutur Husain.

Ia menambahkan, pertandingan-pertandingan sebelumnya semakin mengasah kemampuan para Laskar 'Pasukan Ramang' ini. Hasil seri saat melawan Bandung FC di stadion Siliwangi pekan lalu memberi pelajaran berharga buat timnya supaya memperbaiki kemampuan finishing touch-nya.

Pelatih asal Belanda, Wilhelmus Gerrardus Rijbergen, lanjut Husain, sudah mewanti-wanti pada para pemainnya untuk tidak lagi membuang peluang seperti yang terjadi di pertandingan-pertandingan sebelumnya.

"Pemain-pemain kami seperti mengalami jetlag akibat turbulensi dari perpindahan kompetisi dari ISL ke LPI, tapi semakin hari kualitas pemain-pemain kami semakin membaik," tandas Husain.
- Jelang Persema vs Minangkabau FC
Minangkabau Tak Gentar

Malang - Minangkabau FC mempersiapkan diri secara serius selama sepekan terakhir jelang duel kontra Persema Malang, Sabtu (26/2/2011) sore. Mereka juga tak gentar meski calon lawannya adalah penguasa puncak klasemen sementara LPI.

"Sudah sepekan ini, kami persiapkan tim untuk melawan Persema dalam pertandingan besok sore (sore ini-red)," ujar Asisten Pelatih Minangkabau FC Anderson Gonzales saat jumpa pers di Stadion Gajayana, Jumat (25/2/2011), sore WIB.

Anderson menyebut Persema sebagai tim dengan materi pemain yang bagus. Meski demikian, timnya tak akan gentar dan akan tetap memberikan perlawanan.

"Persema merupakan tim bagus, untuk pertandingan besok (hari ini-red) kita harus mampu melawan," imbuhnya.

Anderson mengaku kemenangan melawan Solo FC akhir pekan lalu menjadi modal tambahan semangat bagi para pemain untuk menghadapi Persema.

Anderson juga menyebut status tuan rumah akan menguntungkan Persema karena mereka dipastikan akan mendapat dukungan dari suporternya. Namun, Anderson menjamin timnya akan tetap fokus.

"Persema banyak keuntungan pada pertandingan besok karena bermain di kandang," bebernya.

Persema sendiri tak mau kehilangan poin dalam pertandingan sore nanti. Mereka pun bertekad meraup poin penuh di depan pendukungnya sendiri.

"95 persen pemain siap bermain, sepakbola a la Malang tetap kita terapkan pada para pemain. Karena dengan pola seperti itu, Persema kini bisa bertengger di posisi puncak," ujar Asisten Pelatih Persema, Carolino Ivak, di tempat yang sama.

Kamis, 24 Februari 2011

- Pra-Olimpiade
'Garuda Muda' Ditekuk Turkmenistan

Palembang - Tim nasional Indonesia menelan kekalahan 1-3 dari Turkmenistan di leg pertama Pra-Olimpiade. Kekalahan ini akan menyulitkan 'Garuda Muda' untuk lolos ke babak berikutnya.

Bertanding di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Rabu (23/2/2011), Indonesia mendapatkan peluang di menit-menit awal lewat Titus Bonai. Berawal dari kesalahan kiper Turkmenistan dalam menepis bola, bola membentur tiang dan jatuh ke kaki Bonai. Namun sepakan striker Persipura Jayapura itu masih terlalu lemah dan bisa diblok oleh bek lawan.

Usaha Yongki Aribowo di menit ke-12 belum membuahkan hasil. Tendangannya dari luar kotak penalti masih terlalu lemah dan mudah saja diamankan oleh kiper Turkmenistan.

Dua menit kemudian, Indonesia akhirnya mencetak gol pembuka. Tendangan bebas mendatar Oktovianus Maniani dibelokkan dengan tumit oleh Bonai dan mengecoh kiper lawan.

Tim tamu cuma butuh waktu tiga menit untuk menyamakan skor. Tendangan bebas di muka kotak penalti Indonesia berhasil dieksekusi dengan baik oleh Arslanmyrat Amanov. Meski tak terlalu kencang, sepakannya mampu menipu Kurnia Meiga.

Usaha Egi Melgiansyah di menit ke-40 belum mampu mengubah keadaan. Tendangannya dari luar kotak penalti terlalu lemah dan melebar. Skor 1-1 berakhir hingga turun minum.

Turkmenistan mencoba menekan sejak awal babak kedua. Sebuah sundulan Soyunov Shohrat masih terlalu lemah dan bisa diamankan oleh Kurnia Meiga.

Dua menit berikutnya, giliran Tagayev Elman yang membuang peluang. Sebuah sepakannya dari dalam kotak penalti juga masih lemah dan tepat mengarah ke pelukan Meiga.

'Garuda Muda' mencoba membalas lewat kerja sama Okto-Yongki. Umpan matang Okto dari sisi kiri berhasil disontek oleh Yongki, namun bola masih bisa diblok dengan kaki oleh Geldiyev Batyr yang mengawal gawang Turkmenistan.

Hendro Siswanto memperoleh peluang matang beberapa menit kemudian. Namun sepakan keras pemain Persela Lamongan ini berhasil diblok dengan gemilang oleh Batyr.

Di menit ke-65, peluang yang didapat Dendi Santoso belum membuahkan gol. Tendangannya dari luar kotak penalti bisa diblok bek lawan dan hanya bergulir lemah ke arah Batyr.

Soyunov Shohrat memaksa Meiga bekerja keras di menit ke-78. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti membuat kiper Arema Indonesia itu terbang untuk menyelamatkan gawangnya.

Dua menit kemudian, bencana untuk Garuda Muda datang. Sebuah penetrasi Vahyt di kotak penalti diakhiri dengan umpan matang ke muka gawang. Boliyan Aleksandr yang tak terkawal dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang.

Empat menit jelang bubaran, Turkmenistan unggul 3-1 lewat gol cantik Vahyt. Menerima umpan di dalam kotak penalti, pemain bernomor punggung 11 itu membalikkan badan dan melepaskan tembakan kaki kiri yang bersarang di pojok kiri atas gawang Meiga.

Gunawan Dwi Cahyo punya peluang untuk memperkecil ketertinggalan di masa injury time. Namun tendangan bebasnya masih melebar. Skor 1-3 bertahan hingga laga berakhir.

Kekalahan ini membuat peluang 'Garuda Muda' untuk melaju ke babak berikutnya menipis. Pasalnya, di leg kedua, mereka harus bertandang ke kandang Turkmenistan pada 9 Maret.

Susunan pemain:
Indonesia: Kurnia Meiga; Safri Umri, Septia Hadi, Gunawan Dwi Cahyo, Johan Ahmad Farizi/Dias Angga Putra; Egi Melgiansyah, Hendro Siswanto, Dendi Santoso/Engelberth Sani, Oktovianus Maniani; Titus Bonai, Yongki Aribowo/Rishadi

Turkmenistan: Geldiyev Batyr; Komekov Hemayat, Soyunov Shohrat, Atayev Ahmet, Annaorazov Serdar; Durdiyev Didar/Sulaiman, Amanov Arslanmyrat, Tagayev Elman, Astanov Umidjan/Geldiaev Atha; Boliyan Aleksandr, Vahyt

Kamis, 17 Februari 2011

- Real Mataram Siap Maksimalkan Lini Kedua

Sleman - Real Mataram mewaspadai kehadiran pemain senior Warsidi di lini belakang Manado United. Itu sebabnya wakil DIY di LPI ini juga siap untuk memaksimalkan serangan dari lini kedua.

Real Mataram akan menjamu Manado United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, akhir pekan ini. Tim asuhan Jose Basualdo bertekad untuk meraup poin penuh di kandang, usai hanya mendapatkan satu angka dalam dua pertandingan sebelumnya yakni di kandang Aceh United dan di markas PSM Makassar.

Seperti halnya laga-laga sebelumnya, Real Mataram bakal menerapkan permainan cepat yang digalang melalui dua sisi lapangan. Kedua bek sayap, Eko Prasetyo (kiri) dan Bisri Mustofa (kanan) bakal diandalkan oleh tim berjuluk The Red Army ini untuk menggempur pertahanan Manado United.

"Ciri khas permainan bola dari kaki ke kaki dengan umpan-umpan pendek tetap dipertahankan. Umpan-umpan silang dari sektor sayap juga akan lebih dioptimalkan. Diharapkan duet penyerang Fernando Soler dan Eko Wijayanto nantinya mampu menciptakan peluang dan membuka peluang bagi pemain gelandang seperti Supriyanto, M. Zainal Abidin, dan Ryo Thae Phyo," demikian diterangkan manajer tim Kusnadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Real Mataram mewaspadai kehadiran dua pemain asing di kubu Manado United yakni Amaral dan Jardel Santana. Namun fokus wakil Daerah Istimewa Yogyakarta di LPI itu bukan hanya pada marquee player tersebut. Real Mataram juga mewaspadai keberadaan Warsidi, bek senior di jantung pertahanan wakil Sulawesi Utara.

"Pelatih kepala Jose Basualdo juga memberi porsi latihan khusus kepada para pemain gelandang untuk melakukan tendangan dari second line. Hal ini untuk mengantisipasi pertahanan ketat yang diperagakan oleh sektor pertahanan Manado United yang dikordinasi oleh pemain berpengalaman Warsidi," jelas Kusnadi.

The Red Army juga diharapkan mampu untuk memaksimalkan peluang-peluang yang datang dari bola-bola mati. "Tendangan bebas langsung dan tidak langsung tetap akan dipercayakan kepada Eko Prasetyo," jelas Kusnadi.

Minggu, 13 Februari 2011


Jakarta - Derby Sumatra Utara akan hadir di Liga Primer Indonesia (LPI) akhir pekan ini. Tuan rumah Medan Chiefs dan tamunya, Bintang Medan, sama-sama penuh determinasi untuk memenangi laga itu.

Sebagai "bumbu" tambahan, partai yang dihelat, Minggu (13/2/2011) WIB, juga akan mengetengahkan adu strategi dari dua pelatih asal Jerman. Ada Jorg Steinebruner di Medan Chiefs dan Michael Feichtenbeiner di Bintang Medan.

"Mereka berdua tampak serius, sama-sama mau menang dan sama-sama yakin juga akan menang. Tapi mereka saling respek," kata Vice President LPI Regional Sumatera dan Aceh Avian Tumengkol.

"Kemenangan bagi Jorg tentu menjadi kewajiban karena sebagai tuan rumah akan selalu mau menang. Tapi Jorg mengatakan kepada saya bahwa Michael adalah pelatih yang berpengalaman. Maka Jorg mengaku akan serius menghadapi tim asuhan Michael besok," jelasnya.

Sebagai tim tamu, masih kata Avian, Michel mengaku kalau Bintang Medang yang ia tangani sedikit tidak diunggulkan. Namun, itu tidak mengurangi optimismenya.

"Tapi Michael tetap optimistis timnya akan mencuri tiga poin melawan Jorg. Michael mengakui juga kok kehebatan Jorg sebagai pelatih yang bagus dan tidak bisa dianggap enteng," ungkap Avian yang juga mantan pemain sepakbola profesional di liga Australia dan AS itu.

Pertandingan dua tim dari satu daerah ini diyakini Avian akan menjadi laga bergengsi karena sama-sama mewakili Medan atau Sumatera Utara. Diakui juga, kedua tim berpeluang menjadi tim unggulan pada musim perdana LPI ini.

"Ini derby pertama di LPI dan kedua tim sama-sama punya kekuatan sendiri. Sulit untuk prediksi siapa yang unggul karena keduanya tim kuat."

"Yang pasti, ini merupakan salah satu laga bergengsi di LPI," tegas Avian yang sedang menyaksikan sesi latihan Bintang Medan di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut.

Sabtu, 12 Februari 2011

- Real Mataram Siap Ladeni Permainan Cepat PSM

Makassar - Real Mataram tak takut berhadapan dengan tuan rumah PSM Makassar. Kendati PSM diakui kerap merepotkan dengan permainan cepat, Mataram siap meladeninya.

Di papan klasemen sementara, Mataram punya posisi yang lebih baik. Empat kali bertanding, mereka berhasil mereguk dua kemenangan, kendati dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Mataram kini duduk di posisi enam dengan nilai enam.

Sementara, PSM baru meraih satu kemenangan dalam tiga laga yang sudah dilalui. Dua laga lainnya berujung dengan hasil seri dan kekalahan. PSM pun terdampar di posisi 10 dengan nilai empat.

Menurut Kusnadi (Manajer Tim Mataram), timnya sudah bertekad mengalahkan PSM Makassar di depan pendukungnya. Pelatih Jose H. Basualdo pun diprediksi tetap konsisten untuk menerapkan pola permainan menyerang dam tetap dengan pola operan-operan pendek.

Basualdo juga mengingatkan para pemainnya agar lebih disiplin dalam menjaga setiap pemain lawan sehingga dapat mematikan aliran cepat bola dari lawan. Salah satu ciri permainan PSM adalah permainan cepat dengan teknik tinggi. Di samping itu PSM juga kerap bermain dengan ritme tinggi.

Di sisi lain PSM diperkirakan masih akan mengandalkan Andi Oddang di lini depan. Ia bakal beradu dengan bek tengah Christian Vebre yang diperkirakan bakal menjaganya sepanjang laga.

Pertndingan Mataram melawan PSM sendiri akan digelar pada hari Sabtu, 12 Fenruari 2011 pukul 16.00 WIT di Stadion Andi Mattalata.