Kamis, 28 Oktober 2010

- Updated Persis Solo ke Divisi Utama,
Persikaba Blora Siap Laporkan PSSI ke ICW


Jakarta - Ditunjuknya Persis Solo untuk menggantikan PSDS Deli Serdang, yang mundur dari kompetisi Divisi Utama karena kendala dana, membuat Persikaba Blora geram. Mencium ada hal yang tidak beres, Persikaba pun siap melapor ke ICW.

Beberapa hal tampak janggal dalam penunjukan Persis Solo. Ditilik dari aspek peraturan, tim peringkat pertama sampai delapan Divisi I akan mendapat jatah promosi ke Divisi Utama. Dengan mundurnya PSDS maka Persikaba yang menduduki peringkat sembilan Divisi I musim 2009/10 harusnya otomatis maju menggantikan.

PS Blora juga semakin meradang karena Persis musim lalu tidaklah mengikuti kompetisi, yang artinya Persis seharusnya diturunkan kastanya ke kompetisi Divisi II.
"Mungkin ada muatan politis. Ada faktor kedekatan," duga Manajer Persikaba Amin Faris.

Kejanggalan lain muncul saat PS Blora malah ditodong uang sebesar Rp 250 juta untuk bisa ikut berkompetisi di Divisi Utama.

"'Ada duit berapa?'," kata Amin menirukan ucapan yang disebutnya terlontar dari salah satu pengurus teras PSSI, dalam sebuah percakapan telepon.

"Nanti saja kita buka siapa orangnya saat kami sampai di Jakarta," lanjut Amin ketika ditanyakan jati diri pengurus PSSI tersebut.

Amin dan Persikaba kini memang tengah berencana menyambangi Jakarta untuk langsung mengadukan adanya dugaan suap di dalam tubuh PSSI, ke Indonesia Corruption Watch (ICW).

"Kami akan ke Jakarta pekan depan, kami juga akan mengundang teman-teman dari media. Saat ini kami sedang mengumpulkan data-data biar kuat," terang Amin yang mengaku sudah berkomunikasi dengan ICW.

Selain mengadu ke ICW, PS Blora juga sudah mengagendakan laporan resmi ke Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dan Federasi Sepakbola Sedunia (FIFA).

"Kita saat ini sudah mulai berusaha mengontak teman-teman di FIFA dan teman-teman di luar negeri," terang Amin yang juga Ketua Harian Persikaba Blora itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar