Selasa, 05 Oktober 2010

- PSSI Ajukan Dana Trilyunan ke DPR

Jakarta - Dalam pertemuannya dengan Komisi X DPR, PSSI mengajukan beberapa proposal. Proposal-proposal tersebut berisi pengajuan dana trilyunan untuk beberapa program yang bakal dijalankan oleh federasi sepakbola Indonesia itu.

Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung DPR, Senin (4/10/2010). Beberapa proposal yang diajukan di antaranya untuk keperluan timnas pada SEA Games XXVI pada 2011 mendatang, pembinaan usia muda dan renovasi Stadion Gelora Bung Karno.

Dana yang diajukan pun tak sedikit karena nilainya mencapai trilyunan rupiah. Berikut adalah rinciannya.

Untuk SEA Games, PSSI mengajukan permohonan dana sebesar Rp 50 M. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk talent scouting dan teknis lainnya sebesar Rp 6 M, training camp sebesar Rp 6,8 M, laga persahabatan sebesar Rp 9,5 M, dana untuk SEA Games sendiri Rp 19, 3 M dan tekns kepelatihan Rp 8,4 M.

Sedangkan untuk membuat sekolah sepakbola sebesar mereka mengajukan Rp 381 M. Rp 377 M di antaranya digunakan untuk investasi dan maintenance.

Proposal lainnya yang diajukan PSSI adalah untuk merenovasi Stadion GBK dan wisma PSSI yang akan menghabiskan total anggaran Rp 596 M. Dana tersebut juga di antaranya akan digunakan untuk merenovasi lapangan

Terakhir, PSSI mengajukan proposal pembinaan usia muda dan pembangunan prasarana pendukung, yang mana mereka sebut membutuhkan dana Rp 957 M. Rencananya PSSI juga akan mengadakan scouting dan Liga Remaja di belasan kota di Indonesia dari dana tersebut.

"Lebih banyak lapangan golf dari lapangan sepakbola, tapu kita tak pernah juara golf. Oleh karena itu infrastruktur sangat penting. Kita punya talenta luar biasa, tapi tak didukung infrastruktur," ujar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

"Oleh karena itu, kita punya rencana untuk membangun sekolah sepakbola khusus timnas Indonesia. Sekolah itu akan berafiliasi dengan sekolah sepakbola internasional, Sehingga kalau ada pembinaan internasional kita bisa kerjasama. Sekolah itu juga akan dikombinasikan dengan sekolah umum," lanjutnya.

Komisi X DPR menanggapi permintaan ini dengan hati-hati. Mereka mengatakan akan mempelajari dan mempertimbangkan proposal-proposal itu sebelum mengetuk palu.

"Untuk anggaran SEA Games, dari Rp 50 M yang diminta, saya nggak yakin ada prestasi yang menonjol. Terutama problem utama di organsiasi di PSSI adalah ketidakdisiplinan, juga masalah etika dan hukum. Tapi, soal anggaran ini kita bahas lagi," kata Utut Adianto.

"Permintaan anggaran harus disesuaikan dengan prestasi. Tapi sampai sekarang keraguan pubik terhadap PSSI sangat tinggi. Soal anggaran kami akan mempertimbangkannya lagi. Karena itu harus dibahas secara kritis," ucap Hanif Dhakiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar