Jumat, 10 Desember 2010

- Piala AFF
Filipina Ingin Batalkan Laga Semifinal di GBK

Jakarta - Laga semifinal Piala AFF antara Indonesia vs Filipina bisa jadi tetap digelar dengan sistem home-away setelah negara tersebut berencana mengajukan banding. Meski begitu PSSI tetap yakin kalau kedua pertandingan bakal dihelat di GBK.

Karena alasan tiadanya stadion yang memenuhi persyaratan untuk menggelar pertandingan Piala AFF, Filipina memutuskan menggelar dua laga semifinal di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Belakangan hal tersebut menyulut kontroversi lantaran keputusan diambil oleh Mari Martinez yang cuma mantan presiden PFF (Asosiasi Sepakbola Filipina).

Entah bagaimana, Martinez, yang secara sah dilengserkan dari jabatannya pada November lalu, masih mewakili Filipina dalam pembicaraan dengan PSSI dan AFF (Asosiasi Sepakbola ASEAN). Sebuah keputusan yang kemudian disesalkan dan bahkan dikecam tim nasional negara tersebut.

Alhasil kini PFF pimpinan presiden terpilih Mariano Araneta Jr, berencana mengajukan banding ke AFF, agar laga semifinal pertama bisa dipindahkan ke tempat lain.

Terkait rencana banding tersebut, Skretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes, menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang mustahil. Alasannya terkait waktu singkat yang dimiliki Filipina untuk menyiapkan stadion yang memenuhi syarat yang ditentukan.

"Waktunya mepet, empat hari, apalagi stadion mereka di Bacolod kondisinya parah, seperti stadion Soemantri-lah. Tidak hanya itu, menaikkan kapasitas lampu dengan kekuatan 12.000 watt sulit sekali. Transportasi mereka juga tidak memadai," sahut Nugraha Besoes.

Selain itu PSSI juga sudah mendapat kepastian kalau dua pertandingan babak semifinal akan tetap dilangsungkan di GBK. Pagi tadi PSSI mendapat konfirmasi soal hal tersebut dari langsung dari AFF.

"Pagi tadi saya sudah menghubungi Sekjen AFF untuk memastikan apakah leg pertama semifinal Piala AFF masih digelar di GBK? Jawabannya sama seperti kemarin," lugasnya.

Terkait terjadinya kontroversi dengan PFF terkait keputusan menggelar dua laga semifinal di Indonesia, Nugraha mengaku kalau selain dengan AFF, PSSI memang melakukan pembicaraan dengan Martinez.

"Di Filipina, asosiasi sepakbola mereka mereka sedang terjadi konflik. AFF hanya berkomunikasi dengan presiden yang lama, yakni Martinez, belum dengan Araneta, meski ia sudah terpilih resmi menggantikan Martinez," tuntas Nugraha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar