Minggu, 05 Desember 2010

- Piala AFF
Singapura Singkirkan Myanmar


Hanoi - Timnas Singapura memetik kemenangan pertamanya usai membekap Myanmar 2-1. Tiga angka yang diraih mengantarkan Singapura memuncaki klasemen Grup B sekaligus membuat lawannya itu masuk kotak.

Pertandingan antara Singapura kontra Myanmar yang dilangsungkan di My Dinh National Stadium, Minggu (5/12/2010). Singapura sempat tertinggal satu gol lebih dahulu sebelum membuat dua gol balasan.

Di awal laga Myanmar tampil menggebrak. Khin Maung Lwin mengejutkan Singapura dengan golnya di menit 12. Kedudukan 1-0 ini bertahan hingga turun minum.

Pasca jeda, Singapura berhasil menyamakan kedudukan. Pemain berdarah Yugoslavia Aleksandar Duric menjadikan skor 1-1 saat pertandingan memasuki menit ke-62.

Selanjutnya, Singapura tampak menemui jalan buntu dalam membongkar pertahanan musuh. Sampai akhirnya Casmir Agu mencetak gol kemenangan Singapura di injury time.

Dengan hasil ini, Singapura untuk sementara menduduki posisi teratas dengan koleksi nilai empat. Posisinya masih bisa tergeser Vietnam jika di laga setelah ini berhasil mengalahkan Filipina.

Akibat kekalahan ini, Myanmar belum memperoleh satu nilai pun dan dipastikan tersingkir karena tak akan mampu mengejar perolehan angka dari tim yang ada di dua posisi teratas. Di pertandingan penyisihan terakhir, Myanmar bertanding melawan Filipina
- Irfan Bachdim Sudah Wujudkan Mimpi

Jakarta - Penampilan bagus Irfan Bachdim saat melawan Malaysia ternyata bukan sensasi sesaat. Usai kembali mencetak gol, nama pemain blasteran Indonesia-Belanda itu kian dielu-elukan fans. Satu mimpinya pun sudah terwujud.

Saat Indonesia menggasak Malaysia 5-1 Rabu kemarin, Irfan langsung jadi idola baru fans 'Merah Putih'. Satu gol yang dicetaknya serta aksinya di lapangan saat itu mengundang decak kagum. Tak heran jika ia sempat menjadi trending topic di Twitter.

Pemujanya pun didominasi kaum hawa yang menggilai wajah tampan milik pesepakbola 22 tahun itu. Namun tak sekadar bertampang rupawan, Irfan memang memiliki talenta besar yang ia dapat saat menimba ilmu di akademi sepakbola Ajax Amsterdam dan FC Utrecht.

Setidaknya itu yang ditunjukkan Irfan saat Indonesia menghadapi Laos di laga kedua Grup A Piala AFF, Sabtu (4/12/2010) malam WIB. Para pendukung yang menanti kembali aksi Irfan dibuat puas.

Daya jelajah yang tinggi ke seluruh penjuru lapangan, skill individu yang dibarengi naluri gol tinggi membuat Irfan jadi andalan baru di lini depan. Hasilnya? Irfan kembali mencetak gol keduanya bagi timnas Indonesia diteriakkan 'Irfan Bachdim, Irfan Bachdim' oleh puluhan ribu penonton yang memadati stadion terbesar di Tanah Air itu.

Sebuah fenomena yang membuat Irfan senang bukan kepalang. Bagi pemain Persema Malang itulah mimpi dia sebagai seorang pesepakbola dan berjanji terus memberikan penampilan terbaik di lapangan selama dipercaya oleh pelatih Alfred Riedl.

"Sungguh luar biasa. Ini impian masa kecil saya. Bermain di stadion yang penuh, mencetak gol dan suporter meneriakkan nama Anda. Impian saya menjadi kenyataan. Saya akan terus memberikan penampilan terbaik saya di lapangan," sahut Irfan saat ditemui di Mixed Zone usai pertandingan.
- Okto Maniani, Mutiara Baru Indonesia

Jakarta - Di antara 'pemain asing' yang menjadi bintang di Piala AFF 2010, satu nama lokal yang namanya paling mencuat adalah Okto Maniani. Alfred Riedl dan timnas beruntung mendapat satu mutiara dari Papua.

Sebelum perhelatan Piala AFF 2010, mungkin belum banyak yang mengenal sosok Oktovianus Maniani. Namun kini pesepakbola berusia 20 tahun itu jadi bintang yang bersinar di antara nama-nama lain seperti Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales.

Kehadiran pesepakbola yang termasuk berukuran mini tersebut bisa membuat publik sepakbola Indonesia sejenak melupakan Boaz Salosa. Pemain yang sebelumnya jadi salah satu andalan timnas itu dicoret Alfred Riedl karena alasan indisipliner.

Seperti Boaz, Okto adalah produk tim sepakbola Papua, yang dibina untuk PON 2008. Selanjutnya ia meniti karir sepakbola profesionalnya di PSMS Medan pada musim 2009.

Sayang ia gagal membawa PSMS bertahan di Indonesia Super League setelah kalah di playoff dari Persebaya Surabaya. Musim lalu ia memutuskan pindah ke Persitara Jakarta Utara.

Nasib kurang baik menemuinya lagi karena Persitara pun harus turun kasta. Namun penampilan impresif serta aksi individu khas Papua membuat Sriwijaya FC terpikat dan meminangnya awal musim ini. Okto pun kembali tampil bagus di Sriwijaya dan membuatnya dipanggil Alfred Riedl masuk timnas.

Performa ngototnya di sayap kiri dalam sejumlah ujicoba sebelum Piala AFF membuat Okto menyegel satu tempat di starting eleven.

Kepercayaan yang dibayar tuntas oleh Okto dalam dua laga Grup A Piala AFF. Satu assist dibuat Okto saat Indonesia menang 5-1 atas Malaysia dan penampilannya mengundang decak kagum.

Di laga berikutnya kontra Laos, ia kembali tampil memuaskan dan kali ini satu gol turut disumbangkannya dalam pesta enam gol tanpa balas 'Merah Putih'. Dia pun mempersembahkan gol tersebut untuk keluarganya.

"Saya gembira dan bangga dengan gol yang saya cetak tadi. Saya persembahkan gol ini untuk istri dan kedua putra putri saya," sahut Okto saat ditemui usai pertandingan.

Lebih lanjut Okto berjanji ingin tampil sebaik mungkin di laga-laga selanjutnya Indonesia. Banyaknya pemain senior di tim kali ini dinilainya sangat membantu dalam performanya di atas lapangan hijau.

"Saya bisa main bagus karena banyak pemain senior di tim ini. Ini bagus untuk menambah pengalaman dan tampil lebih baik lagi ke depannya," janji Okto.
- Firman: Indonesia Jangan Cepat Puas

Jakarta - Indonesia melangkah ke semifinal Piala AFF dengan sangat meyakinkan usai membantai Laos 6-0. Namun kapten Firman Utina meminta rekan-rekannya untuk tidak jumawa dengah hasil yang sudah didapat.

Bermain di depan pendukungnya sendiri di SUGBK, Sabtu (4/12/2010) malam WIB, 'Merah Putih' tampil trengginas. Hanya mencetak dua gol di babak pertama, Indonesia mengamuk dan memberondong empat gol tambahan ke gawang Laos pada paruh kedua.

Hasil ini merupakan lanjutan dari penampilan anak didik Alfred Riedl yang juga menunjukkan performa impresif mereka di laga pertama saat menggasak Malaysia 5-1. Indonesia pun lolos ke babak empat besar dengan status juara grup.

Sebuah penampilan yang mendapat apresiasi tinggi dari puluhan ribu suporter Indonesia yang hadir di dua laga tersebut. Tapi sang kapten, Firman Utina, meminta Indonesia tak cepat berpuas diri.

"Penampilan tim sangat bagus dan saya senang. Namun saya minta Indonesia jangan cepat puas diri," sahut Firman usai pertandingan.

Firman dalam laga itu menjadi bintang tim usai mencetak dua gol ke gawang Laos. Gol pertamanya lewat titik putih pada babak pertama jadi awal penampilan gemilang Pasukan Garuda.

"Saya sangat senang dengan gol tersebut. Gol ini saya berikan buat keluarga saya," tuntas Firman.

Sabtu, 04 Desember 2010

- Preview: Pertahankan Winning Team

Indonesia dipastikan tidak akan mengubah komposisi pemain mereka saat menghadapi Laos dalam laga lanjutan babak penyisihan Grup B Piala AFF Suzuki 2010 malam nanti Sabtu (04/11).

Kemenangan melawan Laos adalah hal yang harus diraih Indonesia guna memastikan diri menggenggam tiket ke babak berikutnya. Sebab, di laga terakhir yang akan berlangsung Selasa (7/12) nanti, perjuangan tim Garuda akan terasa berat. Mereka harus berduel dengan Thailand yang merupakan tim kuat di Asia Tenggara.

Alfred Riedl tidak akan mengambil resiko dengan merotasi pemain yang sukses mengganyang Malaysia 5-1 dalam laga perdana penyisihan grup Selasa lalu. Di samping mental bertanding tim Garuda yang sedang tinggi usai kemenangan besar tersebut, hal itu juga diputuskannya usai melihat video rekaman antara Laos dan Thailand. Terlebih tidak ada skuad Indonesia yang cedera, hanya Arif Suyono yang sedikit mendapatkan masalah.

Pelatih asal Austria itu mengakui ia akan mewaspadai serangan balik yang dilancarkan Laos sangat berbahaya, seperti yang mereka tunjukkan saat melawan tim asuhan Boby Robson itu. Ia juga mewaspadai dua pemain Laos yang berbahaya yakni Lamnao Singtodan striker Khamphen Sayavutthi Sayavutthi.

Riedl sebelumnya sempat ingin mengubah komposisi pemainnya karena ia menilai ada beberapa pemainnya yang dianggap kelelahan dan menderita kram dalam laga melawan Malaysia. Namun, ia yang pernah menangani Laos selama enam bulan di tahun lalu, dan sempat mengalahkan tim Indonesia U-23 2-1 di ajang SEA Games, merasa hal tersebut tidak perlu ia lakukan.

Asisten pelatih, Wolfgang Pikal membenarkan bahwa hampir semua pemain tampil sangat bagus saat berhadapan Malaysia, sehingga kalau pun ada perubahan formasi kemungkinan hanya satu-dua pemain. "Malah kemungkinan besar tak akan ada perubahan dalam susunan pemain yang diturunkan sejak awal. Itu disebabkan semua pemain dinilai bermain sangat baik saat laga melawan Malaysia," tegas Pikal.

Kamis, 02 Desember 2010

- Suporter Indonesia (Masih) Juga Belum Dewasa

Jakarta - Hasil positif diraih timnas Indonesia kala menggulung Malaysia dengan skor telak 5-1 dalam laga perdana Piala AFF. Sayang kemenangan itu masih juga ternodai dengan aksi tak sportif suporter tuan rumah.

Ya, lagi-lagi suporter Indonesia menunjukkan sikap "noraknya" seperti yang kerap terjadi dalam pertandingan-pertandingan antar klub lokal. Jika biasanya mereka saling mengejek satu klub dengan klub lainnya, kini mereka bersatu "untuk" menyerang Malaysia.

Terkait panasnya suhu politik Indonesia serta Malaysia sejak dulu, suporter pun memberikan sambutan yang tak ramah kepada tim Malaysia. Contohnya saja saat tim asuhan K.Rajagopal itu melakukan pemanasan, para suporter menyoraki para pemain 'Negeri Jiran' itu.

Yang lebih parahnya adalah saat lagu kebangsaan Malaysia dikumandangkan. Meski sudah diminta untuk tenang oleh MC, namun sebagian besar suporter malah berteriak keras agar lagu nasional tetangga tak terdengar. Untuk karena suara lagu sangat keras, maka lagu tersebut masih dapat terdengar.

Tak hanya sampai disitu, sekolompok kecil suporter Malaysia yang ikut menonton di sekitar sektor 19-20 menjadi sasaran amuk para suporter tuan rumah. Mereka diintimidasi dan diteriaki 'Maling' berkali-kali serta bahkan ada suporter yang melempar botol air minum dari tribun di atasnya.

Untungya botol tersebut mengenai tubuh seorang petugas keamanan. Melihat gelagat tak baik itu maka satuan keamanan pun memilih menggiring para pendukung tim tamu itu keluar dari bangku penonton demi keselamatan mereka.

Memang tak semua suporter Indonesia seperti. Ada kok yang memilih untuk cuek dengan kehadiran suporter Malaysia dan lebih tertarik dengan penampilan apik Indonesia pada laga tadi.

"Saya sih gak ikut-ikutan kalau mengejek-ngejek seperti itu. Saya ke sini buat nonton pertandingan dan saya senang melihat penampilan timnas tadi. Apalagi Irfan Bachdim mainnya sangat bagus," ujar salah satu suporter bernama Trisno (23 tahun), warga Bintaro Jaya, Jakarta Selatan.

"Kalau soal hubungan tak baik antara Indonesia dan Malaysia saya tak begitu pedulikan sih mas. Saya cuma mau nonton, biarin aja mereka begitu. Namanya juga suporter, pasti beda-beda kan (sifatnya)," timpal Rinaldi (19 tahun) yang datang bersama Trisno dan dua orang teman lainnya.

Apapun alasannya, tindakan mereka itu tak perlu dibenarkan dan juga dibiarkan. Sebab sepakbola bukanlah arena untuk adu kehebatan dalam soal politik. Di sini sportifitas lah yang dijunjung tinggi. Mudah-mudahan hal seperti ini tidak terulang lagi.
- Indonesia Bikin Bachdim Bangga

Jakarta - Debut kompetitif Irfan Bachdim bersama timnas Indonesia berakhir memuaskan dengan satu gol dia lesakkan ke gawang Malaysia. Tak ada hal lain dirasakan pesepakbola 22 tahun itu selain kebanggaan yang besar.

Seperti sempat diakui sendiri oleh Bachdim, membela tim nasional Indonesia adalah sebuah keinginan yang sudah lama dia pendam. Dengan ayah kandung yang berpaspor Indonesia, peluang dia berseragam Merah Putih memang terbuka besar.

Saat yang ditunggu-tunggu tersebut akhirnya datang pada awal November lalu, saat dirinya masuk dalam daftar 30 pemain yang dipanggil Badan Tim Nasional untuk menjalani seleksi tahap tiga timnas untuk Piala AFF.

Tak sulit buat pria kelahiran Amsterdam 11 Agustus 22 tahun lalu itu untuk akhirnya bisa masuk ke dalam daftar 23 nama yang terpilih pelatih Alfred Riedl.

Meski gagal mencetak gol dalam dua laga ujicoba, Bachdim ternyata tetap mampu mencuri perhatian sang pelatih. Buktinya adalah masuknya dia dalam starting eleven laga Indonesia vs Malaysia di pertandingan perdana Piala AFF. Jebolan sekolah sepakbola Ajax Amsterdam itu bahkan bisa menyingkirkan seniornya, Bambang Pamungkas.

Bachdim membayar kepercayaan yang diberikan pelatih sekaligus memenuhi ekspektasi penggemarnya dengan sebuah gol yang dia lesakkan, yang menggenapi kemenangan 5-1 Indonesia. Sebuah gol yang membuatnya bangga memakai Garuda di dada.

"Saya sangat senang. Saya bangga bermain buat kalian semua, saya bangga bermain buat Indonesia," sahut Bachdim seusai pertandingan.

Kontribusi Bachdim dalam laga kontra Malaysia mungkin belum menunjukkan kemampuan maksimalnya, namun itu jelas bisa dimaklumi lantaran ini merupakan laga kompetitif pertama dia bersama Indonesia. Namun satu gol yang dia lesakkan ke gawang Malaysia bisa jadi modal buatnya untuk memberi lebih banyak untuk Merah Putih.
- Nugraha Besoes Kaget Timnas Menang Besar

Jakarta - Kemenangan telak timnas Indonesia atas Malaysia 5-1 jadi kejutan besar untuk Sekjen PSSI Nugraha Besoes. Puas dengan hasil awal di Piala AFF itu, ia minta 'Merah Putih' tetap menjejak bumi.

Dalam laga perdana Grup A yang dihelat di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (2/12/2010) malam WIB, Indonesia tampil perkasa nyaris sepanjang laga. Sempat tertinggal lebih dulu, Indonesia berbalik menang lewat gelontoran gol bunuh diri Mohamad Asrarudin, yang disusul gol Cristian Gonzales, M Ridwan, Arif Suyono dan Irfan Bachdim.

Hasil itu jelas mantap mengingat persiapan tim asuhan Alfred Riedl itu sangat singkat menjelang keikutsertaannya di Piala AFF. Total hanya enam ujicoba yang dilakoni dan cuma Uruguay yang dibilang kualitasnya di atas Indonesia.

"Terkejut juga saya melihat hasil 5-1 tadi. Saya memang awalnya yakin Indonesia bakal menang, namun tidak sampai segini skornya," ujar Nugraha Besoes saat ditemui usai pertandingan.

"Ini hasil yang bagus bagi kita, saya memuji anak-anak yang semangatnya tak kendor. Yang saya lihat semangatnya sangat bagus. Kalau kita kalah tadi maka habislah kita. Karena publik sudah lama menantikan kemenangan seperti ini," sambungnya.

Di laga kedua Indonesia akan menghadapi Laos, Sabtu (2/12/2010). Penampilan ngotot Laos saat menahan imbang 2-2 favorit juara Thailand di laga perdananya membuat Nugraha mewanti-wanti agar Indonesia lebih waspada dan tidak dibuai kemenangan telak atas Malaysia.

"Namun anak-anak tak boleh lupa diri dan tetap harus konsentrasi untuk menghadapi Laos di laga berikutnya. Saya lihat penampilan Laos tadi melawan Thailand bagus, maka kita harus waspada pada mereka untuk bisa meraih kemenangan lagi," tutup pria yang akrab disapa Kang Nug itu.

Jangankan Kang Nug, Alfred Riedl selaku pelatih sebelumnya juga mengaku terkejut dengan kemenangan telak timnya atas Malaysia.