Selasa, 07 Desember 2010
Jakarta - Thailand meraih hasil menyesakkan saat tunduk atas Indonesia dan gagal lolos ke semifinal Piala AFF. Kekalahan itu disebut Bryan Robson sebagai ketidakberuntungan dan faktor kelelahan fisik yang dialami pemainnya.
Setelah cuma bermain imbang di dua pertandingan pertama Grup A Piala AFF 2010, Thailand wajib memetik kemenangan atas Indonesia demi mengamankan tiket ke semifinal. Perjuangan yang sepertinya akan membuahkan hasil positif karena mereka mampu membungkam publik Gelora Bung Karno setelah Suree Sukha membobol gawang tuan rumah di menit 68.
Namun negara peraih tiga gelar juara Piala AFF (dulu Piala Tiger) tersebut akhirnya harus menelan pil pahit terdepak di babak awal. Dua penalti dari Bambang Pamungkas membalikkan keadaan dan membuat Indonesia unggul 2-1.
Terkait datangnya dua penalti di babak kedua, Bryan Robson enggan menyalahkan wasit Ryuji Sato, yang disebutnya telah memimpin laga dengan baik. Namun dia menyayangkan saat sang pengadil tak memberi timnya hadiah yang sama atas sebuah indisen di kotak penalti Indonesia, yang disebutnya sebagai sebuah ketidakberuntungan.
"Kami bermain dengan bagus, tapi kami kurang beruntung. Sejauh yang saya lihat, wasit sangat baik. Di babak pertama harusnya kami dapat penalti tapi dia tidak melihat," sahut Robson kepada wartawan usai laga.
Secara tersirat, mantan pemain Manchester United itu juga menyebut kalau kekalahan yang diderita pemainnya juga terpengaruh oleh panjangnya musim kompetisi lokal di Thailand. Alhasil, setelah dalam posisi unggul anak didiknya justru lebih banyak membuat kesalahan.
"Saya pikir kami bermain dengan baik tapi setelah gol pertama kami malah panik dan malah banyak memberikan bola pada indonesia."
"Saya pikir Thailand bermain di sini (Piala AFF) setelah musim panjang di kompetisi lokal. Saat lawan malaysia kami bermain dengan baik dan sekarang juga bermain dengan baik tapi, itu sudah terlambat," lanjut dia
Terkait masa depannya di timnas Thailand, Robson terlihat tak khawatir dengan acaman pemecatan yang datang ke arahnya. "Saya masih punya kontrak beberapa bulan lagi dan saya tak memikirkan itu. Yang saya tahu pemain sudah memberikan yang terbaik di lapangan," tuntas dia.
- SBY: Tak Terkalahkan, Tetap Semangat!
Denpasar - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersyukur atas kemenangan tim Merah Putih yang mengalahkan Thailand dengan skor 2-1 dalam babak penyisihan Piala AFF 2010. Di hadapan ratusan tamu undangan di Istana Tampaksiring, SBY menyatakan sukacitanya.
"Alhamdulillah," kata SBY sesaat setelah pertandingan usai. Hal tersebut dikatakan SBY saat nonton bareng di Istana Tampaksiring, Gianyar, Bali, Selasa (7/12/2010).
Meski kesebelasan tim nasional tampil kurang maksimal, namun SBY menyatakan kepuasannya karena selama babak penyisihan Indonesia tak terkalahkan.
"Tak terkalahkan, tetap semangat," ujar SBY.
Baik Presiden, Ibu Ani ataupun para tamu undangan lain tampak tegang saat pertandingan babak kedua dimulai. Jika SBY tegang tapi tak terlalu bereaksi, justru Ibu Ani yang tampak lebih semangat.
Seringkali Ibu Ani menampilkan raut muka cemas, tegang, juga tertawa riang apalagi saat tim Garuda berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui tendangan pinalti oleh Bambang Pamungkas.
Keceriaan Ibu Ani tampak makin terlihat saat gol kedua juga diciptakan oleh Bambang Pamungkas. Ruang konferensi Istana Tampaksiring yang mulanya agak sepi sontak riuh. Mereka terus bertepuk tangan dan menjerit-jerit sekenanya.
Usai menang, Presiden pun mendapat ucapan selamat dari para menteri termasuk Panglima TNI dan Kapolri.
"Terimakasih," ujar SBY sambil berlalu meninggalkan ruangan nobar.
- Piala AFF Dua Penalti Bambang Menangkan Indonesia
Jakarta - Mengawali pertandingan dari bangku cadangan, Bambang Pamungkas tampil sebagai pahlawan Indonesia saat bersua Thailand. Dua gol Bepe dari titik penalti membawa Indonesia menang 2-1.
Bermain di depan puluhan ribu pendukungnya sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (7/12/2010), Indonesia tertinggal lewat gol Suree Sukha di menit 69.
Bambang yang baru dimainkan di menit 58 menggantikan Irfan Bachdim tampil sebagai pahlawan dengan dua penaltinya yang meluncur mulus ke gawang Thailand di menit 80 dan 88.
Kemenangan ini membuat Indonesia mencatat hasil sempurna selalu menang dari tiga pertandingan dan mengoleksi angka sembilan. Sedangkan Thailand tersisih karena dengan nilai dua, mereka kalah bersaing dengan Malaysia.
Di pertandingan lain yang berlangsung bersamaan di Palembang, Malaysia tampil meyakinkan dengan melipat Laos dengan skor 5-1. Dengan nilai empat, Malaysia melenggang sebagai runner-up.
Jalannya pertandingan
Indonesia sempat menguasai pertandingan di 10 menit pertama. Di menit kelima, tendangan sudut Tony Sucipto disambut Muhammad Roby dengan tandukannya, tapi arahnya melebar.
Setelahnya, Thailand lebih menguasai permainan. Menit 14, sodoran Kirait Keawsombut yang ditujukan kepada Datsakorn Thonglao dipotong kiper Markus Horison di dekat gawang Indonesia.
Setelah rehat, Thailand kian mendominasi di babak kedua. Di menit 50, Thailand nyaris mencetak gol saat sebuah tendangan keras sudah melewati hadangan Markus, tetapi diusir Maman Abdurachman di mulut gawang.
Tiga menit berselang, Indonesia ganti mengancam. Kali ini, dari umpan lambung Eka Ramdani, Cristian Gonzales menyontek bola ke gawang Thailand, tetapi arahnya tipis di kiri tiang Sinthaweechai Hathairattanakool.
Thailand kembali membuat peluang di menit 55. Kali ini, tendangan salto nan spektakuler dari Keawsombut gagal menjadi gol karena Markus dengan cekatan menepis bola.
Keawsombut secara konsisten menjadi momok pertahanan Indonesia. Di menit 64, Keawsombut kembali melakukan tendangan salto, tetapi karena tendangannya kali ini lemah, Markus mudah saja menjinakannya.
Thailand akhirnya berhasil unggul saat laga memasuki menit 69. Mendapat umpan kepala Keawsombut, sepakan deras Suree Sukha menjebol gawang Markus. Indonesia 0, Thailand 1.
Masuknya Arif Suyono menggantikan Okto Maniani setelah gol itu membuat permainan Indonesia lebih hidup. Perlahan, tim Garuda menekan pertahanan tim tamu.
Penalti! Di menit 79, Gonzales dijatuhkan oleh Panupong Wongsa dan wasit tak ayal menunjuk titik penalti. Sebelum dijatuhkan, sontekan Gonzales menyambut umpan Eka membentur tiang Thailand.
Bambang Pamungkas yang baru masuk ke lapangan di menit 58 menggantikan Irfan Bachdim sukses mengecoh Hathairattanakool dan membawa Indonesia menyamakan skor jadi 1-1.
Di menit 86, Indonesia kembali mendapat penalti saat tendangan Arif Suyono mengenai tangan Wongsa. Selain penalti, wasit juga mengusir Wongsa karena telah menerima dua kartu kuning.
Bambang yang kembali dipercaya jadi algojo mengarahkan bola ke sudut yang sama dengan penalti pertamanya dan gol! Indonesia berbalik unggul 2-1 atas Thailand!
Di menit-menit akhir, Thailand mencoba menyelamatkan peluangnya dengan bermain agresif. Namun hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan yang tercipta dari kedua kubu.
Susunan pemain
Indonesia: Markus Horison; Zulkifli Syukur, Maman Abdurachman, M Roby, M Nasuha; M Ridwan, Eka Ramdani, Tony Sucipto, Okto Maniani; Irfan Bachdim, Cristian Gonzales
Thailand: Sinthaweechai Hathairattanakool; Suree Sukha, Natthaphong Samana, Suttinan Phuk-hom, Nattaporn Phanrit, Datsakorn Thonglao, Teerasil Dangda, Rangsan Viwatchaichok, Panupong Wongsa, Kirati Keawsombut, Naruphol Ar-Romsawa
Indonesia akan menghadapi Thailand dalam laga terakhir penyisihan Grup A Piala AFF Suzuki 2010 Rabu (07/12) di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Hasil apa pun yang diraih tim Garuda nanti tidak akan berpengaruh bagi lolosnya Indonesia ke babak selanjutnya dan tetap maju sebagai juara grup, karena hanya tim nasional kita sajalah yang berhasil meraih kemenangan dua kali di Grup ini. Sementara Thailand, mereka dituntut untuk menang dalam laga ini jika mereka ingin menjadi pendamping Indonesia di babak semi final.
Thailand sebenarnya adalah tim terkuat di Asia Tenggara dan memiliki tradisi juara di ajang ini. Dari 7 kali ajang ini digelar sejak 1996, mereka berhasil mencatatkan diri sebagai juara Piala AFF ini sebanyak 3 kali, dan tampil di final sebanyak 6 kali. Namun, untuk tahun ini, kejayaan Thailand agak sedikit meredup, berbeda dengan Indonesia yang meraih kemenangan 2 kali dari dua laga penyisihan grup, tim Negeri Gajah Putih ini hanya bermain seri di dua laga mereka.
Sang pelatih Bryan Robson tetap optimis mereka mampu lolos ke babak berikutnya, yang itu berarti ia juga yakin anak asuhnya mampu mengalahkan Indonesia di kandang Garuda.
Kepercayaan diri pelatih asal Inggris itu cukup beralasan, sebab di samping rekor pertemuan yang memihak mereka, dua pemain Thailand pernah bermain di Liga Super Indonesia dan sepertinya paham betul bagaimana permainan tim Garuda. Kiper Sinthaweechai Hathairattanakool dan gelandang Suchao Nutnum musim lalu adalah rekan setim dari Maman Abdurrahman di Persib Bandung.
Dua pemain penting mereka, Teeratep Winothai dan Therdsak Chaiman serta bek sayap yang sering melakukan overlap membahayakan, Suree Sukha, menjadi pemain kunci permainan Gajah Putih dan harus diwaspadai pergerakannya oleh tim Indonesia.
Palembang - Kemenangan yang diraih Laos atas Malaysia tak berarti apa-apa bila Indonesia kalah dari Thailand. Itu sebabnya pelatih timnas Laos David Booth "menjagokan" Indonesia bisa menang atas Thailand.
Laos saat ini ada di peringkat terbawah grup A. Meski begitu Kanlaya Sysomvang dkk masih punya peluang lolos. Syaratnya Laos harus bisa mengatasi Malaysia dalam laga terakhir grup yang digelar di Stadion Jakabaring malam nanti, sementara di waktu bersamaan Indonesia bisa mengalahkan Thailand.
"Kami harapkan Timnas Indonesia menang saat melawan Thailand dan kami juga meraih hasil bagus saat menghadapi Malaysia. Sebab peluang tetap terbuka bagi tiga tim," kata pelatih Laos David Booth kepada pers di Hotel Aryaduta Palembang, Senin (6/12/2010).
Dia menjelaskan persiapan Laos di pertandingan terakhir grup A ini sangat matang, semua anak asuhnya dalam motivasi tinggi mengingat peluang sangat terbuka, meski harus bergantung kepada hasil pertandingan lain.
Sementara pelatih Timnas Malaysia Rajagopal, kepada pers, mengakui, melawan Laos merupakan pertandingan terberat bagi Malaysia. Dia berharap bisa mendapatkan keberuntungan di stadion markas Sriwijaya FC itu.
"Kita sudah biasa bermain di Jakabaring dan mudah-mudahan kita mendapatkan berkah dan rezeki di Jakabaring. Kami berharap mendapatkan tiga poin dan lolos ke babak semifinal," kata Rajagopal.
Namun kondisi timnas Malaysia saat ini tidak begitu baik. Ada tiga pemain yang cedera yakni Asharudin, Safiq Saali, dan Amirul Hardi.
Senin, 06 Desember 2010
- Piala AFF Rield Ingin Menang Demi Fans Indonesia
Jakarta - Pelatih Alfred Riedl mengaku tidak peduli dengan rekor buruk Indonesia melawan Thailand. Namun ia memastikan keinginannya untuk menang hari Selasa besok, demi suporter Indonesia.
"I don't care about that," cetus Riedl kepada wartawan usai memimpin latihan tim di Lapangan C Senayan, Jakarta, Senin (6/12/2010) pagi, saat ditanya soal Indonesia yang sulit menang melawan Thailand.
"Yang sudah, ya sudah. Sekarang adalah sekarang. Saya cuma ingin memenangi pertandingan ini, dan memberi yang terbaik untuk pendukung Indonesia. Makanya kami ingin menang," sambungnya.
Indonesia sudah dipastikan lolos ke babak semifinal AFF Suzuki Cup 2010 sebagai juara Grup A, berkat kemenangan atas Laos dan Malaysia. Adapun Thailand wajib menang pada duel Selasa malam besok di Stadion Gelora Bung Karno, untuk bisa maju ke empat besar.
"Kita tak punya beban untuk menang. Yang under pressure itu mereka (Thailand), karena mereka harus menang. Tapi saya ingin kita yang menang," tegas pelatih asal Austria itu.
Jakarta - Suporter Persebaya Surabaya atau yang lebih dikenal sebagai bonek, menempuh jarak puluhan ribu kilometer menuju markas FIFA di Zurich, Swiss, untuk menggelar sebuah aksi demonstrasi.
Sebanyak lima perwakilan Bonek asli Surabaya dan beberapa wilayah Jawa Timur lain, bergabung dengan Bonek Swiss, dan dibantu beberapa suporter Eropa dari Serbia, mengunjungi markas besar FIFA itu pada Kamis (2/12/2010) lalu, bertepatan dengan pemilihan host Piala Dunia 2018 dan 2022.
"Kami berhasil menyebarkan 50 lembar fotokopi petisi Justice for Indonesian Football kepada sejumlah peserta dan beberapa wartawan asing," kata Doni (perwakilan Bonek)
Para Bonek itu berangkat dengan dana urunan dan donatur dari beberapa simpatisan.
"Kami rencananya berangkat sepuluh orang. Tapi karena kendala teknis dan kesibukan lainnya, termasuk untuk pertandingan pra Liga Primer Indonesia, maka diputuskan yang berangkat hanya lima orang," kata Andie Budi, Bonek yang berlatarbelakang wiraswastawan.
Bonek langsung menuju markas FIFA untuk memberikan informasi tentang kebobrokan sepakbola Indonesia di bawah rezim (Ketua Umum PSSI) Nurdin Halid. "Kami memang berencana dari awal memberikan petisi Justice for Indonesian Football kepada semua delegasi di sana," ujar Andie.
Aksi sejumlah perwakilan Bonek Suporter Surabaya di markas FIFA mencerminkan sebutannya: bondo dan nekat. Mereka sempat membentangkan spanduk bertuliskan Justice for Indonesian Football selama sepuluh menit. Beberapa suporter klub lokal, Lucerne dan FC Zurich, turut membantu membagikan amplop coklat berisi petisi tersebut.
"Acara sangat cepat. Kami tidak bisa bertemu dengan pengurus FIFA. Tapi ada beberapa anggota delegasi negara peserta acara sempat bertanya," tambah Andie. "Kami selalu optimistis. Apapun yang terjadi, karena kami berangkat untuk berjuang demi kebaikan sepakbola nasional, bukan hanya Persebaya."
- Piala AFF 'Tak Perlu Telak, yang Penting Indonesia Menang
Jakarta - Dua laga awal di AFF Suzuki Cup 2010 dilalui Indonesia dengan kemenangan besar. Menghadapi Thailand, 'Merah-Putih' diharapkan menang lagi, meski tak perlu telak.
Usai menghajar Malaysia 5-1 di pertandingan pertama, pasukan arahan Alfred Riedl melanjutkan performa bagus dengan melibas Laos 6-0. Hasil tersebut memastikan Indonesia lolos ke babak semifinal dan menjadi juara grup.
Di sisi lain, penampilan Thailand, yang merupakan raksasa sepakbola ASEAN, tak bisa dibilang memuaskan. Dalam dua laga pertama di Grup A, anak-anak asuh Bryan Robson itu dua kali bermain imbang, 2-2 melawan Laos dan 0-0 kala menghadapi Malaysia.
Robson menyebut, jebloknya performa timnya disebabkan karena jadwal yang kelewat padat di kompetisi domestik di Thailand. Imbasnya, kondisi fisik pemain pun menjadi tak prima.
Namun, biar bagaimanapun Thailand tetap dinilai sebagai ujian paling berat untuk Indonesia di Grup A. Kemenangan atas 'Skuad Gajah Putih' itu akan menjadi pembuktian kekuatan Firman Utina dkk. yang sesungguhnya.
"Saya tak mengharapkan menang telak, tapi yang penting menanglah, dan harus menang!" ujar Menpora Andi Mallarangeng usai laga antara Chris John vs Fernando Saucedo di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (5/12/2010) malam.
"Dua kali pertandingan kita bayar utang lunas, sekaligus dengan bunganya. Saya nggak mau bicara berapa kosong (skornya) untuk pertandingan ini."
"Saya juga melihat gairah pemain-pemain di tim nasional tengah tinggi-tingginya," tukas dia.
Laga antara Indonesia vs Thailand akan dihelat pada Selasa (7/12/2010) malam pukul 19.30 WIB di Stadion Gelora Bung Karno.
Langganan:
Postingan (Atom)


