Senin, 08 November 2010

- Duo Persebaya Terancam Tak Bisa Main di Surabaya

Surabaya - Munculnya duo Persebaya berbuntut pada izin pertandingan. Polda Jatim 'mengancam', tidak akan mengizinkan bagi duo Persebaya itu untuk bertanding di Surabaya maupun di Jatim.

"Kalau mengajukan ke saya, saya tidak mengizinkannya. Kenapa, karena faktor keamanannya, dan itu bisa memicu terjadinya konflik," ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol Badrodin Haiti seperti diberitakan Detiksurabaya, Senin (8/11/2010).

Mantan Kapolres Surabaya Timur ini mengatakan, keamanan Kota Surabaya bisa terganggu, dengan digelarnya pertandingan Persebaya, baik Persebaya versi Wisnu Wardhana maupun Saleh Mukadar. Konflik keamanan itu bisa terpicu dari pendukung tim Persebaya yang dikenal dengan Bonek.

Kapolda berharap, pihaknya tidak ingin terjadi konflik horizontal yang merembet ke situasi keamanan dan ketertiba di Kota Surabaya.

"Persebaya kan ada 2 nama. Kalau kita melihat gambarannya, bisa menimbulkan konflik. Selama dua-duanya tetap menggunakan nama Persebaya, potensi konfliknya di situ. Kecuali kalau namanya lain meskipun orang-orangnya Persebaya itu lain. Makanya jangan menggunakan nama Persebaya, karena konfliknya itu," tuturnya.

Ketika ditanya tentang izin pertandingan bagi duo Persebaya di luar Kota Surabaya, atau ke daerah di luar Jatim, Badrodin mengaku akan melihat perkembangan faktor keamanan.

"Itu bukan pertandingannya aman atau tidak, tapi masalah konfliknya. Kalau di daerah di Jatim, kita lihat faktor keamanannya dulu. Kalau di luar Jatim, bukan kewenangan saya," jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar