Minggu, 30 Januari 2011

- Liga Super: Balikkan Keadaan, Persipura Mantap di Puncak

Tim Persipura Jayapura semakin memantapkan posisinya di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia setelah dengan susah payah berhasil mengalahkan tamunya Sriwijaya FC 3-2 di stadion Mandala Jayapura, Minggu.

Pertandingan babak pertama yang dipimpin wasit Setiyono dari PSSI berlangsung sengit dan saling jual beli serangan dengan tempo yang relative cepat. Sriwijaya yang bertindak sebagai tim tamu terlihat lebih banyak dibuat bertahan.

Tak ingin malu di depan publiknya, Persipura yang kembali diperkuat kapten tim yang juga top skor sementara Liga Super Indonesia (LSI), Boaz Sollosa, mulai menyerang pertahanan tim tamu Sriwijaya FC yang dikawal ketat para pemainnya.

Boaz dan Rahmat Rivai yang dipasang pelatih Jaksen Tiago sebagai penyerang depan membuat pemain belakang tim tamu tampak kewalahan. Baru di menit ke-19, berawal dari umpan yang dilepaskan Boaz, Rahmat Rivai yang mengontrol bola dilanggar pemain belakang Sriwijaya sehingga wasit menunjuk titik putih tanda penalti.

Boaz Solossa yang menjadi eksekutor berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Dengan sempurna ia mampu mengecoh penjaga gawang Ferry Rotinsulu sehingga mengubah skor menjadi 1-0. Usai gol tercipta banyak peluang yang dibuat Persipura namun kurang maksimal dalam penyelesaian akhir.

Keasyikan menyerang, pendukung Persipura justru dibuat diam dengan gol balasan Sriwijaya FC lewat sundulan pemain asal Papuanya, Oktovianus Maniani menit ke-41. Kedudukan imbang 1-1 itu menutup jalannya babak pertama.

Memasuki babak ke-dua, Persipura yang memburu kemenangan tampak lebih banyak melakukan penyerangan. Pelatih Jaksen Tiago bahkan mengganti Rahmat Rivai dengan Lukas Mandowen untuk menambah daya serang tim.

Keasyikan menyerang, Justru gawang Persipura dibobol oleh pemain Rudi Widodo menit ke-64 lewat serangan balik cepat. Tertinggal satu gol, pelatih Jaksen Tiago kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Tinus Pae dan Johanis Tjoe menggantikan Gerald Pangkali dan Imanuel Wanggai.

Hasilnya, kerjasama Lukas Mandowen dan Boaz Sollosa berhasil menjadi gol setelah Tinus Pae yang berdiri bebas, sukses mengecoh Ferry Rotinsulu dimenit ke-84.

Gol kemenangan tuan rumah Persipura terjadi tiga menit berikutnya, setelah pemain bertubuh mungil tuan rumah, Lukas Mandowen melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti yang gagal ditepis penjaga gawang.

Kedudukan 3-2 bagi keunggulan Persipura bertahan hingga wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan.
- Figo Ajak Duel Timnas Indonesia di Lapangan Futsal

Kebintangan Luis Figo ternyata tidak mampu menggerus kecintaan para pecinta bola Indonesia terhadap "produk lokal". Terbukti, dua pemain Timnas Indonesia yang hadir dalam acara "Dua Kelinci Indonesia Menggiring Bola" tetap menjadi sasaran buruan mereka.

Dalam acara yang dihelat di Silang Barat Monas, Jakarta, Minggu (30/01), dua penggawa Garuda Merah Putih, Ahmad Bustomi dan M.Nasuha tetap diuber para pecinta bola. Para penggemar ini umumnya meminta tanda tangan dan foto bersama pada dua pemain yang namanya meroket dalam gelaran Piala AFF lalu.

Meski tak bisa menyembunyikan rasa lelah mereka, Bustomi dan Nasuha berusaha dengan ramah meladeni permintaan para penggemar. Namun, tak berapa lama, pihak panitia meminta para penggemar untuk memberikan waktu pada dua pilar Timnas Indonesia ini untuk beristirahat.

Rencananya, Bustomi dan Nasuha, beserta beberapa pemain timnas lainnya bakal bertanding futsal melawan tim Luis Figo. Tim Figo sendiri menurut rencana bakal diperkuat para awak media.

Keterlibatan Bustomi dan Nasuha dalam program ini merupakan salah satu bentuk apresiasi Kacang Dua Kelinci pada timnas Indonesia. Bersama Okto Maniani dan Firman Utina, mereka rencananya bakal diberi kesempatan melakukan field trip ke Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid.
- Figo: Kerja Keras, Kunci Bermain di Eropa

Sebuah petuah berharga dilontarkan Luis Figo bagi para pemain Indonesia yang bermimpi bermain di liga-liga Eropa. Menurut Figo, kerja keras adalah kunci apabila ingin menaklukkan kompetisi terbaik dunia itu.

"Saat ini, kompetisi di Eropa bisa dikatakan merupakan yang terbaik di dunia. Karena itulah kerja keras mutlak dibutuhkan apabila ingin bisa menembusnya," ungkap Figo.

"Untuk bisa bersaing, Anda harus berlatih keras untuk bisa meningkatkan level permainan."

Lebih lanjut, Figo menyatakan bahwa setelah bisa menembus Eropa ada satu permasalahan lagi yang kemungkinan besar bakal menghadang. Awal-awal kepindahan, pasti merupakan saat yang sangat berat bagi seorang pemain.

"Selain masalah homesick, para pemain juga harus menghadapi suasana yang sama sekali baru."

"Mereka harus mampu beradaptasi dengan hal itu. Karena itulah, selain kemampuan yang bagus, para pemain juga harus memiliki kepribadian yang kuat agar bisa sukses bermain di luar negeri, khususnya kompetisi Eropa," tandas pemain asal Portugal itu.

Nama Luis Figo sendiri telah melegenda di dunia sepak bola Eropa. Memulai karir klub pujaan masa kecilnya, Sporting CP, Figo muda telah menarik minat Barcelona. Figo akhirnya hijrah ke Barca di tahun 1995 dan memulai karir cemerlangnya di klub Catalan tersebut.

Ironisnya lima tahun berselang, Figo memutuskan membelot ke musuh bebuyutan Barca, Real Madrid. Bahkan kini dirinya dianggap sebagai icon dan duta El Real. Figo menutup lembaran cemerlang karirnya dengan pindah memperkuat Inter Milan dan memutuskan pensiun di tahun 2008 di klub yang sama.
- Figo Kagum Sambutan Publik Indonesia

Sambutan meriah publik sepak bola Indonesia membuat kagum Luis Figo. Legenda Real Madrid ini mengungkapkan rasa gembiranya dengan sambutan hangat para pecinta sepak bola Indonesia.

"Saya sangat bahagia bisa berada di sini, di hadapan lebih dari 10 ribu orang," aku Figo.

"Ini merupakan hari yang sangat indah bagi saya," ujar legenda asal Portugal ini, kala membuka acara "Dua Kelinci Indonesia Menggiring Bola," yang dihelat di Monas, Jakarta, Minggu (30/01).

Dalam kesempatan tersebut, Figo menunjukkan rasa terima kasihnya pada para pecinta sepak bola Indonesia dengan meladeni permintaan tanda tangan dari para penggemarnya. Dia juga selalu melemparkan senyuman ramah sepanjang acara tersebut.

Keramahan Figo ini makin membuat kagum para pecinta sepak bola yang memadati acara tersebut.

"Wah, nggak rugi ke sini. Ternyata meski bisa dikatakan legenda, Figo sangat ramah dan nggak sok seleb," puji Rio, salah seorang fans Real Madrid yang datang jauh-jauh dari Bandung.

Figo datang ke Indonesia sebagai perwakilan Madrid dalam rangka promo klub terbaik abad 20 itu. Di Indonesia Figo disambut oleh patner Madrid untuk promo di Indonesia, kacang Dua Kelinci.
- Luis Figo di 'Indonesia Menggiring Bola'

Antusiasme masyarakat Indonesia pada hal yang berbau sepak bola tak perlu diragukan lagi. Terbukti, acara "Dua Kelinci Indonesia Menggiring Bola" mendapat sambutan yang sangat meriah.

Tak kurang dari 10 ribu peserta mengikuti acara yang merupakan bagian dari launching resmi kerjasama sponsorship antara Kacang Dua Kelinci dengan klub sepak bola Spanyol, Real Madrid.

Antusiasme pecinta sepak bola ini makin menjadi dengan hadirnya salah seorang legenda Madrid, Luis Figo, pada acara yang dihelat di Silang Barat Monas, Minggu (30/01) pagi ini.

Menurut Edwin Sutiono, Direktur PT Dua Kelinci, program ini bertujuan untuk menginspirasi dan menumbuhkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.

"Kami berharap agar sepak bola Indonesia makin berprestasi," ungkap Edwin.

Edwin menambahkan bahwa gelaran di Jakarta ini merupakan pembuka dari gelaran yang juga bakal dihelat di Bandung, Surabaya dan Semarang ini. Selain itu, juga bakal ada berbagai kegiatan berbau sepak bola lainnya, yang juga bakal digelar.

"Kami juga berencana untuk memberi apresiasi pada Timnas Indonesia dengan mengirim empat pemain timnas ke Real Madrid untuk melakukan field trip," imbuh Edwin.

Karena itulah, selain Luis Figo, nampak hadir pula dua pemain Timnas Indonesia, Ahmad Bustomi dan M.Nasuha dalam acara yang memperebutkan doorprize sepeda motor, sepeda dan handphone tersebut.

Senin, 24 Januari 2011

- Lawan Irfan cs, Bandung FC Sediakan 1.000 Tiket Gratis

Bandung - Sosok Irfan Bachdim sepertinya dijadikan Bandung FC untuk menarik suporter datang ke pertandingan mereka melawan Persema Malang. Seribu tiket gratis disediakan tim Kota Kembang tersebut.

"Kami akan berikan tiket gratis 1.000 lembar bagi siswa sekolah sepakbola untuk nonton langsung Irfan Bachdim di Siliwangi," demikian isi pesan singkat CEO sekaligus manajer Bandung FC, M. Kusnaeni, kepada detikbandung, Senin (24/1/2011).

Irfan saat ini memimpin daftar top skorer sementara Liga Primer Indonesia (LPI) dengan empat gol. Setelah mencetak dua di partai pembuka kompetisi 8 Januari ke gawang Solo FC, akhir pekan lalu ia juga mendulang dua gol ke jala PSM Makassar dan membawa timnya menang 2-1.

Partai Bandung FC kontra Persema rencananya dihelar di Stadion Siliwangi, Bandung, pada 7 Februari. Bandung FC kalah 0-2 di laga pertamanya di markas Persebaya 1927 dan menyerah 0-1 saat menjadi tuan rumah untuk Persibo di Kuningan, Jawa Barat, hari Sabtu lalu.

Jumat, 21 Januari 2011

- Jamu PSM, Persema Mau Pesta Gol Lagi

Malang - Persema Malang memetik kemenangan besar saat menghadapi Ksatria XI Solo FC di laga pembuka LPI. Di laga berikutnya menjamu PSM Makassar, Laskar Ken Arok kembali menargetkan pesta gol.

Dimotori Irfan Bachdim, Persema Malang menggilas Solo FC dengan skor 5-1 pada laga perdana Liga Primer Indonesia pada 8 Januari lalu.

Pertandingan kedua Persema diyakini bakal lebih sulit lantaran lawan yang mereka hadapi adalah sesama tim yang sudah terbentuk matang, PSM Makassar. Meski begitu, skuad besutan Timo Scheunemann optimistis bisa memetik kemenangan dalam laga yang akan dilangsungkan di Stadion Gajayana, Sabtu (22/1/2011) besok.

Tak tanggung-tanggung, bermodal kemenangan besar di pertandingan perdana, Persema ingin mengulang pesta gol ke gawang 'Juku Eja'.

"Apalagi besok main di kandang, kami ingin berpesta gol," sahut Timo Scheunemann kepada wartawan di Sekretariat Persema Jalan Majapahit, Jumat (21/1/2011).

Kekuatan Persema untuk laga tersebut sesungguhnya akan berkurang karena tak laga dipekuat Abanda Herman yang sudah dicoret karena alasan indisipliner. Meski begitu Timo tetap yakin akan mampu menahan gempuran tamunya.

Persema juga belum akan bisa tampil dengan kekuatan penuh karena kondisi Kim Jefery Kurniawan yang belum pulih benar dan belum tuntasnya masalah perizinan kerja pemain asal Korea Selatan Han Sang-min. Yang jelas pelatih asal Jerman itu masih akan mengandalkan bintang Piala AFF 2010 lalu, Irfan Bachdim.

"Irfan pasti kita turunkan untuk mencetak gol," tuntas Timo.
- 'Pelatih Jangan Jadi Korban Konflik PSSI-LPI'

Jakarta - PSSI menyatakan akan mencabut lisensi semua pelatih yang berpartisipasi di LPI. Bambang Nurdiansyah selaku pelatih Jakarta FC 1928 pun meminta hal itu jangan dilakukan sebab pelatih tak punya salah apapun.

Bambang bersama Aji Santoso (Persebaya 1927), Nandar Iskandar (Bandung FC) dan Edi Paryono (Semarang United) adalah segelintir pelatih-pelatih tenar di Tanah Air yang memutuskan hijrah ke LPI.

Boleh jadi keputusan mereka itu nantinya akan merugikan diri mereka sebab PSSI sudah mengancam akan memberi sanksi kepada siapapun yang terlibat dalam kompetisi yang dinilai ilegal tersebut.

Bambang yang merupakan mantan pelatih timnas berpendapat jika langkah yang dilakukan PSSI itu salah. Sebab dalam kasus konflik antara PSSI dan LPI, pelatih tidak punya andil apa-apa dan tujuan mereka melatih klub-klub LPI pun semata-mata untuk memajukan persepakbolaan Indonesia.

"Saya sangat takut dengan institusi PSSI, bukan oknumnya. Saya dibesarkan PSSI dan menghormati institusi itu, namun saya ingin kasih tahu kepada bapak-bapak di PSSI, tolong kami-kami (pelatih) ini jangan jadi korban. Saya hanya membantu persepakbolaan Nasional saja," tutur Bambang dalam launching Jakarta FC 1928 di Cilandak Town Square, Kamis (20/1/2011) malam tadi.

Lebih lanjut Bambang menegaskan jika dirinya bukanlah pemberontak, seperti yang PSSI sering katakan kepada oknum-oknum yang membelot ke LPI. Bambang menilai dirinya murni hanya ingin membantu sepakbola nasional ke depannya sekaligus berharap konflik antara PSSI-LPI bisa cepat usai.

"Tidak ada istilah pemberontak. Saya tidak melihat saya membelot dari PSSI atau bagaimana, saya melihat saya membantu persepakbolaan nasional. Saya harapkan ke depannya LPI dan ISL bisa menemukan titik temu," tuntasnya.