Senin, 24 Januari 2011

- Lawan Irfan cs, Bandung FC Sediakan 1.000 Tiket Gratis

Bandung - Sosok Irfan Bachdim sepertinya dijadikan Bandung FC untuk menarik suporter datang ke pertandingan mereka melawan Persema Malang. Seribu tiket gratis disediakan tim Kota Kembang tersebut.

"Kami akan berikan tiket gratis 1.000 lembar bagi siswa sekolah sepakbola untuk nonton langsung Irfan Bachdim di Siliwangi," demikian isi pesan singkat CEO sekaligus manajer Bandung FC, M. Kusnaeni, kepada detikbandung, Senin (24/1/2011).

Irfan saat ini memimpin daftar top skorer sementara Liga Primer Indonesia (LPI) dengan empat gol. Setelah mencetak dua di partai pembuka kompetisi 8 Januari ke gawang Solo FC, akhir pekan lalu ia juga mendulang dua gol ke jala PSM Makassar dan membawa timnya menang 2-1.

Partai Bandung FC kontra Persema rencananya dihelar di Stadion Siliwangi, Bandung, pada 7 Februari. Bandung FC kalah 0-2 di laga pertamanya di markas Persebaya 1927 dan menyerah 0-1 saat menjadi tuan rumah untuk Persibo di Kuningan, Jawa Barat, hari Sabtu lalu.

Jumat, 21 Januari 2011

- Jamu PSM, Persema Mau Pesta Gol Lagi

Malang - Persema Malang memetik kemenangan besar saat menghadapi Ksatria XI Solo FC di laga pembuka LPI. Di laga berikutnya menjamu PSM Makassar, Laskar Ken Arok kembali menargetkan pesta gol.

Dimotori Irfan Bachdim, Persema Malang menggilas Solo FC dengan skor 5-1 pada laga perdana Liga Primer Indonesia pada 8 Januari lalu.

Pertandingan kedua Persema diyakini bakal lebih sulit lantaran lawan yang mereka hadapi adalah sesama tim yang sudah terbentuk matang, PSM Makassar. Meski begitu, skuad besutan Timo Scheunemann optimistis bisa memetik kemenangan dalam laga yang akan dilangsungkan di Stadion Gajayana, Sabtu (22/1/2011) besok.

Tak tanggung-tanggung, bermodal kemenangan besar di pertandingan perdana, Persema ingin mengulang pesta gol ke gawang 'Juku Eja'.

"Apalagi besok main di kandang, kami ingin berpesta gol," sahut Timo Scheunemann kepada wartawan di Sekretariat Persema Jalan Majapahit, Jumat (21/1/2011).

Kekuatan Persema untuk laga tersebut sesungguhnya akan berkurang karena tak laga dipekuat Abanda Herman yang sudah dicoret karena alasan indisipliner. Meski begitu Timo tetap yakin akan mampu menahan gempuran tamunya.

Persema juga belum akan bisa tampil dengan kekuatan penuh karena kondisi Kim Jefery Kurniawan yang belum pulih benar dan belum tuntasnya masalah perizinan kerja pemain asal Korea Selatan Han Sang-min. Yang jelas pelatih asal Jerman itu masih akan mengandalkan bintang Piala AFF 2010 lalu, Irfan Bachdim.

"Irfan pasti kita turunkan untuk mencetak gol," tuntas Timo.
- 'Pelatih Jangan Jadi Korban Konflik PSSI-LPI'

Jakarta - PSSI menyatakan akan mencabut lisensi semua pelatih yang berpartisipasi di LPI. Bambang Nurdiansyah selaku pelatih Jakarta FC 1928 pun meminta hal itu jangan dilakukan sebab pelatih tak punya salah apapun.

Bambang bersama Aji Santoso (Persebaya 1927), Nandar Iskandar (Bandung FC) dan Edi Paryono (Semarang United) adalah segelintir pelatih-pelatih tenar di Tanah Air yang memutuskan hijrah ke LPI.

Boleh jadi keputusan mereka itu nantinya akan merugikan diri mereka sebab PSSI sudah mengancam akan memberi sanksi kepada siapapun yang terlibat dalam kompetisi yang dinilai ilegal tersebut.

Bambang yang merupakan mantan pelatih timnas berpendapat jika langkah yang dilakukan PSSI itu salah. Sebab dalam kasus konflik antara PSSI dan LPI, pelatih tidak punya andil apa-apa dan tujuan mereka melatih klub-klub LPI pun semata-mata untuk memajukan persepakbolaan Indonesia.

"Saya sangat takut dengan institusi PSSI, bukan oknumnya. Saya dibesarkan PSSI dan menghormati institusi itu, namun saya ingin kasih tahu kepada bapak-bapak di PSSI, tolong kami-kami (pelatih) ini jangan jadi korban. Saya hanya membantu persepakbolaan Nasional saja," tutur Bambang dalam launching Jakarta FC 1928 di Cilandak Town Square, Kamis (20/1/2011) malam tadi.

Lebih lanjut Bambang menegaskan jika dirinya bukanlah pemberontak, seperti yang PSSI sering katakan kepada oknum-oknum yang membelot ke LPI. Bambang menilai dirinya murni hanya ingin membantu sepakbola nasional ke depannya sekaligus berharap konflik antara PSSI-LPI bisa cepat usai.

"Tidak ada istilah pemberontak. Saya tidak melihat saya membelot dari PSSI atau bagaimana, saya melihat saya membantu persepakbolaan nasional. Saya harapkan ke depannya LPI dan ISL bisa menemukan titik temu," tuntasnya.
- Gagal Gaet Wanchope, Persebaya 1927 Kejar Mbamba

Surabaya - Persebaya 1927 terus berusaha memenuhi kuota pemain asing yang ditetapkan oleh Liga Primer Indonesia. Gagal mendapatkan Paulo Wanchope, mereka kini bernegosiasi dengan pemain Kamerun, Emile Bertrand Mbamba.

Persebaya 1927 minggu lalu membuat sensasi dengan mencoba mendatangkan Wanchope, yang pernah dua kali bermain di Piala Dunia (2002, 2006) bersama Kosta Rika, dan kenyang pengalaman bermain di Liga Inggris bersama Derby County, West Ham, dan Manchester City.

Akan tetapi Wanchope tidak jadi bergabung ke Surabaya karena dianggap sudah terlalu lama tidak bermain. Dia sudah vakum sejak 2007 dan terakhir kali memperkuat klub Amerika, Chicago Fire.

"Untuk status Wanchope sebenarnya sudah deal dengan managemen. Tapi dilihat dari sisi teknik, pelatih Aji Santoso kurang sreg dengan alasan pemain yang bersangkutan sudah lama tidak bermain sepakbola selama 4 tahun, sehingga ditakutkan membutuhkan waktu lama untuk memulihkan kondisi fisiknya," kata Media Officer Persebaya 1927, Ram Surahman, Jumat (21/1/2011).

Sebagai pengganti, Persebaya membidik Mbamba yang saat ini tercatat sebagai pemain klub divisi II Meksiko, Potros Neza. Ia tidak asing dengan sepakbola karena pernah bermain untuk Arema Malang di tahun 2007-2008.

Ram mengaku tarik ulur negosiasi yang dilakukan managemen terhadap Mbamba sempat mengalami deadlock sehingga pemain asal Kamerun ini sempat dicoret dari daftar seleksi. Namun karena kebutuhan tim akhirnya managemen kembali memanggilnya untuk melakukan negosiasi dengan penyerang yang juga pernah bermain untuk Vitesse Arnhem dan Maccabi Tel Aviv itu.

"Awalnya Mbamba minta Rp 3,5 miliar untuk per musim. Ini yang membuat keberatan. Dan sekarang dicoba dirayu lagi. Pelatih Aji sudah kadung jatuh hati pada permainan dan skill-nya," jelasnya.

Selain Mbamba, tim yang bermarkas di Stadion Gelora 10 November Tamabksari Surabaya ini juga sedang menyeleksi seorang striker muda Korea Selatan asal Pohang Steel FC.
- Kongres PSSI Tertutup untuk Pers

Tabanan - Kongres tahunan PSSI di Bali yang dimulai hari ini dinyatakan berlangsung tertutup. Panitia telah mengeluarkan peraturan bahwa pers tidak bisa mengikuti jalannya persidangan.

Panitia telah mengeluarkan kebijakan terhadap kalangan pers, yang intinya membatasi peliputan langsung di arena kongres di Pan Pasifik Nirwana Resort, Tabanan, Bali.

Dalam lembaran peraturan disebutkan bahwa wartawan hanya boleh menghadiri acara pembukaan kongres pada hari ini, Jumat 21 Januari 2011 pukul 19.00 WITA. Sesi pertama ini lebih bersifat seremoni.

Agenda inti pada Sabtu 22 Januari, yang berisi sidang-sidang pengurus, dinyatakan tertutup untuk pers.

"Pada tanggal 22 januari 2011, saat kongres berlangsung, wartawan tidak diperkenankan memasuki ruangan kongres. Khusus untuk TV dan fotografer diperkenankan mengambil gambar pada 10 menit awal kongres yg dimulai pada pukul 09.00 WITA," demikian salah satu poin peraturan tersebut.

Dalam poin selanjutnya disebutkan, konferensi pers akan diselenggarakan setelah kongres tanggal 22 Januari selesai. Wartawan juga diminta selalu menjaga ketertiban selama berlangsungnya kongres.

Kongres tahun PSSI ini diikuti 100 peserta, dari perwakilan klub-klub ISL hingga Divisi II, plus pengurus Pengprov PSSI. SejauMenurut Sekjen PSSI Nugraha Besoes, agenda utama kongres adalah evaluasi kerja 2010 dan rencana kerja 2011. Sejauh ini belum terdengar ada Pengprov yang akan membawa wacana pergantian pengurus pusat.
- Kepengurusan Dibekukan, Ketua Pengcab PSSI Solo Siap Pasang Badan

Denpasar - PSSI Pusat membekukan PSSI Pengcab Solo karena dinilai terlibat dalam penyelenggaraan Liga Primer Indonesia (LPI). Ketua Pengcab PSSI Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan siap pasang badan untuk hal ini.

Solo menjadi kota pembukaan kompetisi LPI 8 Januari silam. Pertandingan perdana mempertemukan tuan rumah Solo FC kontra Persema Malang yang dimenangi tim tamu dengan skor telak 5-1.

Buntut dari hal ini, PSSI Solo dibekukan oleh PSSI pusat. Kepada detikSport, ketua Pengcab PSSI Solo FX Hadi Rudyatmo mengonfirmasi hal tersebut.

"Surat soal pembekuan pengurus saat ini masih dipegang Pak Walikota (Joko Widodo--red). Setelah kongres, saya baru mau men-cek. Saya diberitahu soal surat pembekuan itu kemarin sore," kata Rudyatmo melalui sambungan telepon, Jumat (21/1/2011) pagi WIB.

Pria yang juga wakil walikota Solo itu menegaskan bahwa dirinya siap pasang badan untuk masalah ini. "Saya berencana kirim surat ke ketua umum PSSI, meminta pencabutan keputusan itu. Sebab pembinaan di Solo berjalan dengan baik. Lapangan sepakbola di Solo juga ada dan lebih dari cukup."

"Saya bilang yang diberi sanksi ketua pengcab-nya saja. Tidak masalah bagi saya, karena saya harus mengamankan Solo," tambah dia.

"Malam tadi saya sudah ketemu dengan Pak Nurdin. Sudah menyampaikan hal tersebut. Namun karena kemarin yang dibahas soal sepakbola, maka permohonan saya masih dikesampingkan. Pemberitahuan PSSI pusat melalui surat, jadi kami juga akan memberi penjelasan lewat surat juga."

Rudyatmo mengatakan bahwa keputusan untuk mengizinkan laga perdana LPI digelar di Solo karena dia memiliki dasar.

"Dasar saya adalah penjelasan dari PSSI yang mengatakan tidak melarang LPI, meski tak mengakui. Selain itu Solo terbukti aman. Kesadaran suporter sepakbola di sini bagus, kalah tidak mengamuk, menang juga bersyukur," tutup dia.
- Duo Younghusband Dijadwalkan Tiba Maret

Jakarta - James dan Phil Younghusband sudah resmi jadi pemain Jakarta FC 1928 meski sempat dilarang oleh PSSI pada awalnya. Namun aksi Duo bersaudara asal Filipina itu baru bisa disaksikan sekitar pertengahan Maret.

Pekan lalu PSSI mengeluarkan larangan kepada Phil dan James untuk merumput di LPI, dikarenakan liga tersebut adalah ilegal dan jika masih tetap diteruskan maka PSSI dan PFF (Federasi Sepakbola Filipina) akan terkena sanksi FIFA.

Namun ancaman itu nyatanya hanya dianggap angin lalu, sebab JFC secara resmi telah mengumumkan James dan Phil sebagai pemain mereka untuk berkompetisi di LPI.

Pada acara launching tim di Atrium Cilandak Town Square (Citos), Kamis (20/1/2011) malam WIB, JFC memperkenalkan kakak-adik itu lewat sebuah video presentasi.

"Kami Phil dan James akan bermain bagi Jakarta FC 1928. Selamat datang di Liga Primer Indonesia (LPI)," ucap mereka sambil memegang jersey tim bernomor punggung 7 dan 10.

Namun aksi mereka tidak bisa langsung disaksikan saat JFC melakoni laga perdana kontra Minangkabau FC, 23 Januari mendatang di Padang. Sebab si James dan Phil direncanakan baru bisa bermain dua bulan mendatang.

"James dan Phil baru bisa bermain sekitar 15 Maret mendatang sebab mereka masih menyelesaikan kompetisi di Filipina sana," tutur CEO JFC, Hadi Basalamah, kepada wartawan.

Jadi JFC pun baru bisa menurunkan trio legiun asingnya Gustavo Hernan Ortiz, Leonardo J Moyano dan Emanuel De Porras.

Kamis, 20 Januari 2011

- Kericuhan Warnai Peluncuran Bintang Medan FC

Medan - Bintang Medan FC yang akan berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI) sudah resmi diperkenalkan ke publik. Sayangnya, kericuhan ikut mewarnai acara peluncuran klub tersebut.

Acara launching klub, yang akan menjalani laga perdananya di LPI pada akhir pekan, itu digelar di Lapangan Merdeka, Jl. Balai Kota, Medan, Kamis (20/1/2011) sore WIB.

Selain kubu tim Bintang Medan dan perwakilan dari LPI, acara itu juga dihadiri sejumlah undangan yang merupakan pejabat penting setempat seperti Walikota Medan, Ketua DPRD Medan dan Kapolresta Medan.

Dua kelompok suporter yakni Fans Club Medan (FCM) dan Smeck Holigan, ikut hadir di dalam acara peluncuran klub Bintang Medan FC tersebut.

Keributan sendiri terjadi dengan melibatkan kedua kelompok suporter itu. Diawali dengan saling ejek yang bahkan sudah berlangsung sedari awal acara, kedua kubu kemudian baku hantam dan saling kejar usai pengurus Bintang Medan FC secara simbolik melaunching clubnya.

Ketegangan pada akhirnya berhasil diredam aparat. Polresta Medan pun mengamankan sejumlah pendukung yang dianggap sebagai provokator.

"Bukan saya saja, banyak yang melempar batu," kata Rudi, salah seorang yang diamankan polisi berikut barang bukti batu sebesar kepalan tangan.

Keributan itu sendiri dikabarkan lahir hanya karena kesalahpahaman di antara kedua kubu suporter.