Sabtu, 08 Januari 2011

- ISL
Gol Tunggal Saktiawan Menangkan Semen Padang

Padang - Semen Padang berhasil menaklukkan Persela Lamongan 1-0 dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL). Gol tunggal tim berjuluk Kabau Sirah itu disumbangkan oleh Saktiawan Sinaga.

Dalam laga yang digelar di Stadion H. Agus Salim, Sabtu (8/1/2011) sore, Semen Padang langsung memetik gol saat laga baru berjalan satu menit. Berawal dari sepak pojok Tommy Rifka, bola coba dipotong oleh kiper Persela, I Komang Putra, tapi gagal.

Bola liar kemudian di-lob oleh Elie Aiboy ke muka gawang. Tanpa kesulitan Saktiawan Sinaga meneruskan bola ke gawang Persela yang sudah ditinggalkan Komang.

Tim tuan rumah berpeluang menggandakan keunggulan di menit ke-11. Edward Junior Wilson yang menusuk ke kotak penalti Persela berhasil mengelabui Fabiano Beltrame dan melepaskan tembakan dengan kaki kirinya. Namun bola masih bisa dihalau oleh Komang.

Peluang untuk Semen Padang kembali hadir di menit ke-18. Tendangan bebas Esteban Vizcarra dengan susah payah ditepis oleh Komang.

Hingga turun minum, tak ada lagi gol tercipta.

Di babak kedua, sejumlah peluang didapat oleh kedua tim. Bahkan Persela berpeluang menyamakan kedudukan lewat Ridouane Barkaoui. Namun tendangannya dari luar kotak penalti bisa digagalkan kiper Semen Padang.

Kemenangan Semen Padang pun bertahan hingga laga usai.

Hasil ini mengantarkan Semen Padang naik ke peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 17 poin dari 8 laga. Anak asuhan Nilmaizar ini tertinggal dua poin dari Persipura Jayapura yang menghuni posisi puncak.
- LPI
Persema Berpesta di Laga Pembuka

Solo - Persema Malang membuka laga Liga Primer Indonesia dengan pesta gol. Solo FC yang menjadi lawan mereka hantam 5-1.

Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Manahan Solo, Sabtu (8/1/2011) sore WIB, Persema memang tampil lebih dominan dari sang lawan. Tercatat pasukan arahan itu mencetak 12 tembakan di babak pertama, di mana empat di antaranya mengarah tepat ke sasaran.

Catatan statistik bagus itu berimbas pada tiga gol yang berhasil diciptakan skuad arahan Timo Scheunemann itu di babak pertama. Irfan Bachdim mencetak dua gol di antaranya.

Jaya Teguh Angga membuka keunggulan Persema setelah tendangannya tak mampu dihalau oleh kiper Riyan Budi Setyawan. Gol tersebut sempat dikira berbau offside, namun dari siaran ulang terbukti posisi Jaya bersih.

Kurang rapatnya pertahanan Solo membuat Persema makin leluasa untuk menggempur pertahanan mereka. Imbasnya Irfan pun bisa menggenlontorkan dua dua gol tambahan ke gawang Solo.

Yang pertama lahir di menit ke-26, sedangkan yang kedua lahir di menit 39. Keduanya terjadi setelah Irfan lepas tak terkawal barisan pertahanan sehingga bisa berhadapan satu lawan satu dengan Riyan.

Dua menit memasuki babak kedua, Robbie Gaspar memperbesar kedudukan menjadi 4-0. Lagi-lagi para pemain Persema tak terkawal dengan baik sehingga Robbie pun dengan leluasa bisa meluncurkan bola ke dalam gawang Solo.

M. Kamri kemudian mencetak gol terakhir Persema dalam laga ini. Tusukannya ke dalam kotak penalti Solo diakhiri dengan sebuah gerakan yang mengecoh Riyan. Ia pun langsung melepaskan tendangan kaki kanan dan membuat timnya unggul 5-0.

Gol hiburan Solo diciptakan oleh Yunet Hardianto setelah tendangan kerasnya dari luar kotak penalti gagal dihalau dengan sempurna oleh Sukasto. Sang kiper lalai dalam menepis tendangan Yunet dan bola akhirnya malah meluncur masuk ke dalam gawang.

Skor 5-1 itu bertahan sampai laga usai.
- Jelang Kick Off LPI
Penonton Mulai Antre Tiket

Solo - Ratusan calon penonton mulai mendatangi Stadion Manahan Solo, Sabtu (8/1/2011) siang. Mereka telah membentuk antrean panjang untuk membeli tiket. Namun hingga saat
ini panitia belum membuka loket.

Massa mulai berdatangan sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga saat ini sudah lebih dari dua ribu orang yang mengantri di depan loket. Sedangkan loket belum dibuka. Padahal semula panitia mengatakan akan membuka loket pada pukul 12.00 WIB.

Di loket utara atau tepatnya di loket A1 dan A2, ratusan orang mulai gelisah. Mereka berteriak-teriak mempertanyakan molornya pembukaan tiket. Bahkan beberapa orang
memukul-mukul dinding loket. Namun hingga saat ini panitia belum meresponnya.

Sementara itu, di Graha Solo FC yang terletak di Jalan Wahidin Surakarta, puluhan orang yang berdatangan untuk menanyakan pembelian tiket. Mereka kemudian diarahkan untuk membeli langsung di Stadion Manahan.

Suasana Kota Solo hingga saat ini belum terlihat adanya kegiatan warga yang hendak menonton bola. Di jalanan kota belum terlihat adanya konsentrasi massa atau iring-iringan sepeda motor yang biasanya terjadi saat ada pertandingan bola.
- 'LPI Harus Lebih Baik daripada Kompetisi Sebelumnya'

Solo - Liga Primer Indonesia (LPI) dibentuk dengan semangat perubahan menuju sepakbola Indonesia yang lebih baik. Oleh karena itu, LPI diharapkan bisa lebih baik daripada kompetisi-kompetisi yang pernah ada sebelumnya.

Sore ini, LPI akan memanggungkan laga perdananya. Duel antara Ksatria XI Solo FC dan Persema Malang didapuk sebagai partai pembuka kompetisi gagasan pengusaha Arifin Panigoro tersebut.

Banyak pihak yang mendukung lahirnya LPI, salah satunya Bima Sakti. Kapten Persema ini menilai LPI bisa mendorong lahirnya perubahan di kompetisi sepakbola tanah air. Bima pun berharap LPI bisa lebih baik dari kompetisi sebelumnya.

"LPI mungkin ada banyak perubahan yang baik untuk kompetisi. Kekurangan yang lama tidak bisa saya sebutkan ya, yang pasti masih harus banyak perbaikan. LPI juga harus banyak belajar jangan sampai kekurangan kompetisi sebelumnya terulang lagi," terang Bima, Jumat (7/1/2011).

Gelandang 34 tahun ini memang sudah kenyang mengecap asam garam kompetisi sepakbola tanah air. Dia bermain di Liga Indonesia sejak tahun 1996 dan telah merasakan berbagai format kompetisi, mulai dari kompetisi tiga wilayah, dua wilayah, satu wilayah, hingga Indonesia Super League (ISL).

"Saya berharap LPI komit dengan janji soal kompetisi lebih baik, lebih fair, format profesional," harapnya.

"Tujuan kami dari awal adalah untuk menciptakan sepakbola yang profesional ya, karena sama-sama kita punya tujuan membangun sepakbola Indonesia lebih baik lagi, khususnya timnas. Mudah-mudahan dengan LPI bisa membuat era baru sepakbola Indonesia dan bisa tumbuh bibit-bibit baru timnas," tuntasnya.
- Kim Bicara Soal Lahm dan Nasuha

Solo - Sebagai pemain berposisi bek sayap, Kim Jeffrey Kurniawan memiliki dua idola. Untuk internasional ia menyebut diri sebagai fans Philipp Lahm. Untuk Indonesia, Kim mengidolakan M.Nasuha.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelatih Persema Malang Timo Scheunemann mengatakan bahwa Kim adalah seorang wing back. Posisi tersebut memungkinkan pemian blasteran itu bisa memaksimalkan potensinya.

Sebagai seorang bek sayap, Kim menyebut Philipp Lahm sebagai idolanya. “Seperti saya, dia juga kecil. Dia merupakan wing back yang terbaik di dunia,” kata pemain kelahiran 23 Maret 1990 itu, jelang laga perdana Liga Primer Indonesia (LPI) di Solo.

Dalam beberapa kesempatan, Lahm tidak jarang juga ikut mencatatkan namanya di papan skor alias bikin gol. Akankah Kim juga akan seperti bek timnas Jerman tersebut?

“Yah bagi saya mencetak gol adalah hal yang bagus dan luar biasa. Namun itu bukan hal utama. Tugas saya adalah memberikan umpan-umpan silang bagi striker,” kata dia.

Sementara itu untuk pemain Indonesia, Kim menyebut M. Nasuha sebagai pemain favoritnya. “Saya melihat dia bermain di laga amal. Saya sangat menyukai permainan Nasuha,” ujar pemain keturunan Indonesia-Jerman tersebut.

Kim sendiri saat ini belum dalam kondisi terbaik karena dalam kondisi pasca cedera. “Saya berharap bulan April nanti bisa bermain lagi, menampilkan kemampuan saya seperti ketika belum cedera,” kata dia.

Sebelum ada Kim, Persema Malang telah memiliki pemain yang cukup senior di posisi left flank yakni M. Kamri. “Saya bisa bermain dengan dia di sisi kiri bersama-sama. Kita juga bisa saling bergantian. Tidak ada masalah. Saya merasa senang bermain dengannya,” tuntas Kim.
- LPI Akan Dibuka Walikota Solo

Solo - Liga Primer Indonesia (LPI) akan resmi digelar pada Sabtu (8/1/2011) sore WIB. Acara tersebut akan dibuka oleh Walikota Solo, Joko Widodo.

Acara lebih dahulu diawali dengan serangkaian seremonial yang melibatkan sekitar seribu penari di Stadion Manahan.

Setelahnya, Joko direncanakan membuka LPI dengan cara melakukan tendangan pertama sebelum kick off antara Solo FC kontra Persema Malang.

"LPI akan dibuka oleh Walikota Solo, bapak Joko Widodo," papar juru bicara LPI, Abi Hasantoso, Jumat (7/1).

LPI pun kabarnya turut mengundang Presiden SBY dan Menpora Andi Mallarangeng. Namun hingga berita kini, belum ada keputusan apakah kedua tokoh itu dapat hadir.
- Dari Solo, Sejarah Kembali Diukir

Solo - Lebih dari enam dekade silam, kota Solo menjadi tempat berlangsungnya peristiwa bersejarah bagi olahraga Indonesia. Kini Kota Bengawan siap mengulang hal tersebut.

September 1948, kota Solo menjadi tuan rumah gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) edisi pertama. Di balik gelaran olahraga itu, juga ada sebuah misi untuk menunjukkan bahwa Indonesia masih tetap eksis, masih tetap ada meski ketika itu masih terus berada di bawah ancaman Belanda.

Sabtu (8/1/2011) atau lebih dari enam dekade setelah PON I, sebuah sejarah dalam bidang olahraga siap kembali diukir dari kota Solo. Sore nanti Liga Primer Indonesia akan dimulai dan ditandai dengan laga antara tuan rumah Solo FC kontra Persema Malang.

“Laga besok merupakan era baru. Kompetisi baru dihadirkan untuk membenahi Indonesia. Ini momentum sepakbola Indonesia menuju pro,” kata CEO Solo FC Kesit B. Handoyo dalam jumpa pers jelang laga perdana LPI di Hotel Novotel, Solo, Jumat (7/1/2011) sore WIB.

Kesit mengatakan bahwa faktor sejarah menjadi salah satu pertimbangan pemilihan Solo sebagai tuan rumah laga perdana LPI, selain soal fasilitas dan juga publik di kota Bengawan ini.

“Di waktu lalu Solo pernah menjadi saksi sejarah PON I. Presidennya Soekarno juga tendang bola di sini (PON I). Kota ini memiliki history, kadang sesuatu yang lahir dari sini bisa menjadi besar. Mudah-mudahan dengan ridho yang di atas LPI bisa menjadi besar. Tujuan kita hanya agar bola Indonesia lebih baik, tidak ada yang lain,” kata dia.

Yang jelas laga antara Solo FC kontra Persema Malang esok bukan sekadar dari pertandingan sepakbola biasa. Ada sebuah sejarah, ada sebuah awal yang dimulai di sini.

“Pertandingan besok more than a game. Menandai era baru supaya sepakbola industri maju. Sudah sepantasnya klub sepakbola mendanai diri sendiri agar sepakbola Indonesia semakin maju,” tandas pelatih Persema Malang Timo Scheunemann.
- 'Kim Pemain yang Spesial'

Solo - Pelatih Persema Malang Timo Scheunemann menilai bahwa Kim Jeffrey Kurniawan merupakan pemain spesial. Apa yang membuat pemain blasteran itu istimewa?

Kim Kurniawan sejauh ini dikenal sebagai pemain tengah. Namun pelatih Persema Malang Timo Scheunemann mengatakan bahwa pemain blasteran itu sejatinya adalah bek sayap kiri. Hal itu lah yang membuat Kim bisa disebut spesial.

"Kim wingback, bukan gelandang. Saya menilai posisi itu memberikan spotlight (bisa memaksimalkan) pada Kim. Posisi bek kiri, sayap kiri, itu susah dicari di Indonesia," kata Timo dalam jumpa pers jelang laga perdana LPI di Hotel Novotel, Solo, Jumat (7/1/2010).

Timo memiliki data soal penampilan Kim sebagai bek sayap kiri selama di Jerman. "Dari 34 laga, dia main 32 kali, 30 kali starter, dan diganti hanya empat kali," kata pelatih berdarah Jerman itu.

Persema Malang memiliki pemain senior yang juga beroperasi di left flank yakni M. Kamri. Timo mengatakan hal ini sebagai sebuah berkah bagi timnya.

"Kim dan Kamri sangat cocok. Bila dimainkan bersama, Kim mengisi bek sayap, Kamri di sayap. Mungkin bisa bergantian. Bila salah satu tidak fit, maka yang lain bisa mengisi posisi yang ditinggalkan," kata pelatih 37 tahun itu.

Timo menambahkan bahwa timnya masih ada kekurangan di posisi targetman. "Kami siap mendatangkan pemain dari Korea namanya Seng Hang. Sudah try out, saya sudah lihat kemampuannya. Tinggal nego," tutup dia