Sabtu, 11 September 2010
Pemain asing Greg Nwokolo diyakini akan kembali tampil menjadi "superstar" baru Persija setelah pemain berusia 24 tahun ini menyatakan bergabung dengan tim Macan Kemayoran untuk Liga Super Indonesia (ISL) musim kompetisi 2010-2011.
"Dia akan menjadi superstar lagi di Persija, karirnya masih panjang, setidaknya masih enam tahun lagi," ujar Direktur Agen Pemain Ligina Sportindo Eddy Syahputra di Jakarta, Jumat.
Eddy mengatakan, performa pemain kelahiran Nigeria 3 Januari 1986 itu bakal meningkat setelah ia menambah pengalamannya ketika memperkuat klub Portugal SC Olhanense dalam musim kompetisi 2009-2010.
"Saya perkirakan performanya akan terus meningkat, apalagi setelah mendapat pengalaman berharga bertanding di Liga Eropa bersama SC Olhanense. Apalagi dia sendiri mengatakan untuk di Indonesia hanya ingin bermain untuk Persija," ujarnya.
Pemain bertinggi badan 175 centimeter itu bukan merupakan "barang baru" bagi persepakbolaan Indonesia. Sebelumnya pada ISL musim 2008-2009 ia juga merupakan anggota skuad Persija dan berhasil mengakses 13 gol dari 24 penampilannya. Bersama Olhenense sendiri ia tak ketinggalan menyumbang 16 gol dari 20 penampilannya.
Klub Indonesia yang pertama kali menemukan pemain berbakat ini adalah Persijatim FC (sekarang Sriwijaya FC) yang kala itu berkompetisi di Liga Indonesia pada 2005-2006 ketika bermarkas di Solo.
Tim pemburu pemain asing dari Persijatim ketika itu mengamati penampilan Greg sebagai pemain klub Tampines Rovers Singapura pada tahun 2003 dan setahun kemudian menjadi anggota Skuad Timnas Singapura.
Lepas dari Persijatim Solo FC, Greg kemudian bergabung dengan PSMS Medan tetapi kurang produktif dan hijrah ke Persis Solo pada musim 2007-2008 berhasil mengakses lima gol dari 17 penampilan. Selepas dari Persis Solo baru kemudian ia ditarik Persija yang ketika itu ditukangi pelatih Danurwindo.
"Sebagai seorang pesepakbola profesional dia tentunya sudah semakin matang dan lebih maksimal, apalagi pada tahun kemarin dia berada dalam atmosfir Liga Eropa," tandas Eddy Syahputra.
Kamis, 09 September 2010
Menyambut hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah yang akan jatuh pada hari Jumat, tim Persija Jakarta baru meliburkan para pemainnya mulai hari ini.
"Para pemain baru akan diliburkan mulai Kamis (9/9), dan mereka harus kembali berlatih mulai Senin depan," ujar pelatih Persija Rahmad Darmawan ketika dihubungi, Rabu.
Rahmad mengatakan para pemainnya tak diberikan waktu libur terlalu lama karena lima hari kemudian (18/9) mereka berencana melakukan pertandingan ujicoba melawan tim yang lebih kuat yakni Arema Indonesia.
Ujicoba itu sendiri akan dilakukan secara tandang ke Stadion Kanjuruhan Malang, setelah itu Persija masih membutuhkan ujicoba lagi dari baru mendapatkan tim Persipasi Bekasi sebagai calon lawan.
Rahmad mengakui timnya memiliki masa persiapan yang cukup mepet menjelang bergulirnya kompetisi Liga Super musim 2010-2011 yang akan dimulai 26 September mendatang.
"Alhamdulillah Bambang Pamungkas dan Mohammad Nasuha yang merupakan anggota Pelatnas PSSI bisa ikut main dalam ujicoba ini. Tim PS Polri tampaknya juga sedang bersiap menghadapi turnamen dalam rangka HUT ke-63 TNI," ujar Asisten Manajer Persija, Ferry Indrasyarief ketika dihubungi terpisah.
8e150858-7b7c-48ba-a096-bec8a13d94e5
1.03.01
Pemain tengah asal Korea Selatan, You Young Woo, dipastikan bergabung dengan Persibo Bojonegoro pada kompetisi Liga Super Indonesia 2010/2011, setelah mendapat rekomendasi dari pelatih Sartono Anwar untuk dikontrak.
Informasi yang diperoleh di Bojonegoro, Rabu, menyebutkan pemain berusia 25 tahun yang terakhir memperkuat klub Busang FC Korsel itu, telah mengikuti proses seleksi di Persibo selama sepekan bersama sejumlah pemain lainnya.
Selama menjalani seleksi, pelatih Sartono Anwar cukup terkesan dengan kemampuan dan kualitas pemain berposisi gelandang serang tersebut, sehingga sepakat untuk memasukkannya dalam skuad Laskar Angling Darmo.
"Karena sudah ada rekomendasi dari pelatih, secepatnya kami realisasikan penandatanganan kontrak setelah lebaran ini," kata Asisten Manajer Persibo Bojonegoro, Imam Sardjono.
Negosiasi nilai kontrak dengan Young Woo sudah tercapai kesepakatan, namun manajemen tim Persibo enggan mengungkapkan besarnya kontrak tersebut.
Imam Sudjarwo menjelaskan dengan bergabungnya Young Woo, Persibo kini telah resmi memiliki dua pemain asing, setelah Victor Da Silva asal Brasil yang telah membela tim pada musim lalu, juga diperpanjang kontraknya.
Sedangkan tiga pemain asing sisanya akan diputuskan setelah lebaran. Saat ini, terdapat dua pemain asing yang masih mengikuti seleksi, yakni Yasuke Sasa dan Satosi Otomo (keduanya asal Jepang).
Yasuke Sasa terakhir memperkuat tim Divisi Utama Persikabo Bogor pada kompetisi musim sebelumnya, sedangkan Satosi Otomo adalah mantan penyerang Persib Bandung.
"Kami masih terus memantau kemampuan keduanya. Mudah-mudahan setelah lebaran sudah ada keputusan," tambah Imam Sudjarwo.
Ia menambahkan hingga saat ini terdapat sekitar 20 pemain yang sudah bergabung dengan Persibo dan menargetkan untuk merekrut sebanyak 30 pemain, guna menghadapi Liga Super 2010/2011
Rabu, 08 September 2010
Jayapura - Sudah dua hari skuad Persipura Jayapura berlatih di lapangan Brimob Kotaraja, Jayapura. Tapi kapten Eduard Ivakdalam belum tampak batang hidungnya. Kabarnya kontrak Edu memang belum diperpanjang.
Pemain yang bisa dibilang sudah menjadi "roh" lapangan tengah tim Persipura itu dikabarkan belum juga dikontrak oleh manajemen tim. Padahal perhelatan musim kompetisi 2010/2011 sendiri sudah semakin dekat.
Kepada wartawan di Jayapura, Ketua Umum Persipura MR. Kambu mengatakan bahwa pihak manajemen tak menutup pintu untuk jenderal lapangan tengah Persipura tersebut. Namun, pihak manajemen mengimbau agar para pemain-lah yang harusnya lebih pro-aktif untuk membicarakan perpanjangan kontrak.
"Jadi, pemain harus datang dan berbicara baik-baik dengan manajemen, bukan tinggal diam-diam saja. Selama ini, manajemen selalu terbuka, hanya saja pemain yang tidak datang dan berbicara secara baik-baik," bebernya.
"Maka itu, kami tegaskan lagi kalau manajemen sama sekali tak berniat mempersulit urusan kontrak pemain," tutupnya.
Sementara dari informasi yang diterima wartawan, pihak manajemen Persipura sudah memutus kontrak tiga pemainnya, yakni Paulo Rumere, Yahanis Makanuay dan Edison Ames.
Sedangkan para pemain yang sudah resmi dikontrak, yakni Ferdiansyah, Bio Paulin, Viktor Igbonefo, Ricardo Salampessy, Hamka Hamza, Marko Biakay, Stevan, Ian Kabes, Gerald Pangkali, Ortizan Salossa, Za Rahan, Cristian David Uron, Imanuel Wanggai, Stevi Bonsapia, Rahmad Rivai, Boaz Solossa, Tinus Pae, Lukas Mandowen, dan Titus Bonay.
Tim PSMS Medannyaris dipermalukan tim Gumarang FC dalam laga uji coba di Stadion Teladan Medan, Selasa sore, setelah pada pertandingan yang dipimpin wasit Siswoyo itu hanya mampu bermain imbang 2-2.
Pertandingan melawan Gumarang FC merupakan uji coba kelima bagi PSMS, sebagai persiapan menuju pentas Divisi Utama Liga Indonesia sekaligus menguji kemampuan duet striker asing, Amos Marah (Liberia) dan Itonio Roberto Acosta Collante (Paraguay).
Awalnya, PSMS sempat memimpin 1-0 berkat gol yang dicetak Roberto Acosta melalui sundulan pada menit ke-20, setelah dia menerima umpan silang dari gelandang Juanda.
Gol itu merupakan peluang keempat bagi Roberto Acosta, setelah tiga peluang sebelumnya gagal diselesaikannya secara baik.
Unggul 1-0 PSMS terus menekan pertahanan Gumarang FC dan berkali-kali Roberto Acosta memperoleh peluang. Begitu juga dengan Amos Marah, namun tak satupun yang membuahkan gol. Kedudukan 1-0 akhirnya bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pelatih PSMS Zulkarnain Pasaribu melakukan pergantian terhadap sejumlah pemain di antaranya menarik gelandang kiri Juanda dan menggantikannya dengan Rifki.
Perubahan itu membuat permainan PSMS kian kacau dan menit ke-61 Gumarang FC berhasil menggetarkan jala gawang Syahbani, melalui gol yang dicetak Agus. Empat menit berselang, jala gawang Syahbani kembali bergetar,setelah gelandang Gumarang, Junaidi memperbesar keunggulan timnya menjadi 2-1.
Ketinggalan 1-2 membuat koordinasi lini bawah PSMS sedikit kacau. Namun skuadra "Ayam Kinantan" berusaha melakukan pembalasan. Melihat penampilan gelandang kiri Rifki kurang maksimal, akhirnya pelatih Zulkarnain Pasaribu memasukkan Erwinsyah Hasibuan.
Hasilnya, PSMS seperti mendapat "semangat baru". Pada menit ke-85, sebuah akselarasi yang dilakukan Zulkarnain berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan skor 2-2 bertahan hingga wasit mengakhiri laga uji coba itu.
Hasil imbang 2-2 yang dicapai PSMS melawan Gumarang FC ternyata tidak membuat Sekretaris Umum PSMS, Idris kecewa. Dia sangat memaklumi kondisi fisik Affan Lubis dan kawan-kawan.
Selasa, 07 September 2010
Dua pemain asing Sriwijaya FC di musim kompetisi 2010-2011 Julio Cesar Mendes Moreire dan Claudiano Alves dos Santos diakui manajemen klub PT Sriwijaya Optimis Mandiri belum mengantongi "International Transfer Certificate".
Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri Faisal Mursyid di Palembang, Selasa, mengatakan, meskipun demikian kedua pemain itu telah didaftarkan bersama 23 pemain lainnya ke PT Liga Indonesia secara online pada 1 September 2010.
"PT LI tidak mempermasalahkan karena berkas ITC dapat disusulkan, yang penting sudah mendaftar dulu. Hanya saja kita dikejar waktu karena laga perdana Liga Super dimulai 26 September 2010," kata Faisal.
Dia mengatakan, saat ini kedua pemain itu sedang mengurus ITC dengan klub asal dan kemungkinan dalam dua pekan ke depan akan rampung.
"Kedua pemain ini untuk kali pertamanya bermain di Indonesia, jadi tidak seperti pemain lain yang sejak beberapa musim lalu sudah main di Indonesia. Sehingga, harus mengurus berkas dari tahap awal," ucap dia.
Dia menuturkan, Claudiano masih harus berurusan dengan klub asalnya Olimpik Baku (Ajerbaizan), sementara Julio Cesar masih menunggu keterangan dari Metalurh Donestk (Ukraina), klub lamanya.
"Saat ini ITC kedua pemain itu sedang diurus oleh agennya. Cepat atau lambatnya semua tergantung dengan agen mereka," ucap dia.
Dia menjelaskan, ITC adalah salah satu syarat penting bagi seorang pemain asing untuk bisa diturunkan dalam pertandingan resmi.
"ITC adalah pernyataan resmi dari klub lama bahwa pemain yang dipakai SFC sudah berpindah klub, dan harus disyahkan oleh organisasi sepakbola negara setempat," ucap dia.
Selain harus menyertakan ITC, klub yang memakai jasa pemain asing juga harus melampirkan formulir data individu pemain, formulir data kolektif pemain, kontrak pemain, dan foto copy paspor serta Kitas (surat izin tinggal terbatas di Indonesia).
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memproduksi film dokumenter "Arema, Agama Kedua" sebagai bentuk pemahaman terhadap masyarakat mengenai film dokumenter dan aplikasi mata kuliah.
"Film yang dibuat mulai Maret hingga Agustus 2010 itu menceritakan sisi lain klub sepak bola asal Malang, Jawa Timur (Jatim), Arema Indonesia. Cerita mulai dari awal berdirinya Arema hingga menjadi juara Indonesia Super League (ISL) 2010," kata Line Producer Film "Arema, Agama Kedua" Fajar Junaedi di Yogyakarta, Senin (06/09).
Menurut dia, dengan mewawancarai sosok-sosok di balik kesuksesan Arema, seperti pendiri, manajer, orang-orang yang terlibat dalam pendirian Arema, pelatih, pemain, dan dan suporter.
"Selain ingin mengenalkan sisi lain dari film dokumenter, film tersebut juga ingin mengungkapkan sisi lain dari Arema. Menurut data dari Asian Football Confederation (AFC) pada musim pertandingan 2009/2010 suporter Arema merupakan suporter paling banyak, dengan rata-rata di setiap pertandingan tandang maupun kandang dipadati sekitar 30 ribu suporter," katanya.
Ia mengatakan, Arema secara manajemen juga berbeda dengan klub sepak bola lain yang ada di Indonesia. Ketika klub sepak bola lain masih berpegang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Arema mampu bertahan dengan mandiri.
Hal itu yang kemudian mendorong mahasiswa untuk membuat film dokumenter mengenai Arema. Selain mengaplikasikan ilmu juga ingin mengungkapkan kepada masyarakat mengenai sisi lain dari Arema yang bertahan tanpa APBD.
"Kami berharap seluruh klub sepak bola di Indonesia setelah melihat film dokumenter itu nanti tidak hanya berharap pada APBD dan mampu bertahan secara mandiri," katanya.
Menurut dia, saat ini kecenderungan dana yang disalurkan kepada klub sepak bola dianggap membebani APBD. Padahal, di luar negeri klub-klub sepak bola mampu bertahan secara mandiri bahkan dapat mendatangkan keuntungan bagi pemilik klub tersebut. Terkait pemilihan judul film "Arema, Agama Kedua", ia mengatakan, proses pembuatan film tersebut melalui penelitian. Pada saat riset tampak bahwa masyarakat Malang ketika atribut yang bergambar simbol Arema, yakni singa dirusak mereka akan marah.
"Berdasarkan penelitian itu, akhirnya kami memilih judul tersebut untuk film dokumenter yang kami produksi yang menggambarkan perjalanan klub sepak bola Arema," katanya.
Manajemen Sriwijaya FC mengakui pihaknya harus menelan kerugian sekitar Rp.100 juta karena menjadi tuan rumah Inter Island Club di Palembang, 28 Agustus-5 September 2010.
"Untuk menjadi tuan rumah IIC kita mengeluarkan dana Rp.400 jutaan, dan pemasukan yang didapat dari penjualan tiket tidak dapat menutupinya sehingga kita rugi sekitar Rp.100 juta," tutur Augie Bunjamin, selaku Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri
Augie menjelaskan, dana Rp.400 juta yang dikeluarkan itu untuk membiayai dua tim tamu yakni Persiba Balikpapan dan Persib Bandung selama tinggal di Palembang, serta biaya untuk menggelar dua pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.
"Sebagai tuan rumah kita yang menanggung, biaya penginapan pemain dan ofisial tim tamu, biaya akomodasi, biaya transportasi, biaya konsumsi, serta biaya pertandingan," katanya.
Dia merincikan, biaya untuk menggelar pertandingan terdiri atas biaya listrik Rp70 juta, honor panitia pelaksana pertandingan Rp70 juta, dan biaya transportasi serta konsumsi untuk dua pertandingan mencapai Rp260 juta.
"Pemasukan dari tiket tidak sesuai dengan harapan. Pada pertandingan pertama hanya mendapatkan sekitar Rp.100 juta, sedangkan pada pertandingan kedua hanya Rp.3 juta. Sedangkan, di pertandingan final kami hanya mendapatkan Rp.200 jutaan, meskipun ramai penonton," jelasnya.
Meskipun demikian, Augie menyatakan, manajemen Sriwijaya FC tidak akan pernah kapok untuk menjadi tuan rumah ajang serupa, mengingat keinginan menghibur masyarakat Sumsel menjadi hal yang lebih utama.
"Tidak ada masalah kami mengeluarkan dana demi memanjakan masyarakat Kota Palembang agar dapat memberikan dukungan kepada tim kesayangannya secara langsung," ucapnya.
Terlebih, dari sejak awal manajemen berminat menjadi tuan rumah karena berkeinginan menjadi juara IIC 2010.
"IIC ini adalah ajang pra kompetisi bagi Sriwijaya FC yang sangat penting artinya untuk menyiapkan tim berlaga di Liga Super. Oleh karena itu, manajemen SFC tidak berkeberatan merogoh kocek cukup dalam untuk menjadi tuan rumah IIC," ucap dia.
Menurut Augie, pengorbanan menjadi tidak sia-sia karena mereka berhasil menjadi juara IIC yang pertama di Indonesia setelah pada partai final mengalahkan Persiwa Wamena 2-0.
Langganan:
Postingan (Atom)







