- Pra-Olimpiade
Indonesia Disingkirkan Turkmenistan
Ashgabat - Impian tim Pra-Olimpiade Indonesia untuk berlaga di Olimpiade 2012 pupus. 'Tim Garuda Muda' takluk 0-1 di tangan Turkmenistan, membuat mereka tersingkir dengan agregat 1-4.
Pada pertandingan pertama di Palembang 23 Februari silam, skuad arahan Alfred Riedl itu takluk dengan skor 1-3. kedudukan itu membuat Indonesia punya misi berat kala bertandang ke Turkmenistan , Rabu (9/3/2011).
Tapi yang terjadi, Yongki Aribowo dkk. malah kembali menelan kekalahan. Padahal Riedl tampil dengan memainkan tiga striker sekaligus, Yongki Aribowo, Engelberd Sani dan Rishadi Fauzi. Tapi tuan rumah bertahan dengan ketat.
Turkmenistan akhirnya unggul 1-0 kala pertandingan memasuki menit 25. Gol tuan rumah diciptakan oleh Ruslan Mingazov dan membuat pendukung di Stadion Ashgabat’s Olympic Stadium bersorak.
Namun demikian, kedua tim gagal mencetak gol di babak kedua. Sampai peluit panjang dibunyikan wasit Bahrain, Ali Abdulnabi, skor 1-0 tetap tak berubah.
Turkmenistan pun melaju ke babak selanjutnya. Mereka melaju ke babak kualifikasi kedua bersama 10 tim lainnya dan akan bergabung dengan 13 tim yang mempunyai peringkat atas AFC.
Pertandingan kualifikasi kedua sendiri akan berlangsung pada 19 dan 23 Juni 2011.
Kamis, 10 Maret 2011
Jumat, 04 Maret 2011
Jakarta - Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) tetap akan menggelar kongers PSSI. Soal ini, KPPN menilai tidak perlu berkonsultasi dengan pengurus PSSI yang sekarang.
KPPN dibentuk pada Senin (28/2/2011). Komite ini diberi mandat oleh 83 pemilik suara di PSSI yang menyatakan mosi tidak percaya kepada organisasi yang dipimpin oleh Nurdin Halid tersebut. Selanjutnya agenda KPPN adalah menggelar kongres PSSI untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan komite eksekutif.
Diberitakan sebelumnya, Ketua KPPN Syahrial Damopolii mengatakan bahwa kongres tersebut dipastikan digelar di Solo, namun soal waktu-nya masih belum dipastikan.
Kamis (3/3/2011) malam WIB, FIFA memberikan keputusan soal Indonesia. Badan tertinggi sepakbola dunia tersebut memberikan tenggat waktu hingga 30 April bagi PSSI untuk memilih ketua umum baru.
"KPPN semaksimal mungkin melaksanakan apa yang diputuskan FIFA, sepanjang itu tak bertentangan dengan undang-undang olahraga di Indonesia," ujar Syahrial Damopolii , Jumat (4/3/2011) siang WIB.
Sementara itu PSSI melalui Sekjen Nugraha Besoes menyanggupi desakan dari FIFA teresbut. Nugraha mengatakan PSSI siap bekerja keras untuk melaksanakan keputusan FIFA.
Namun Syahrial mengatakan bahwa untuk persoalan kongres PSSI semua ada di tangan KPPN. "Suara pemilih kini ada di KPPN dan itu terlegitimasi. Otoritas PSSI ada di tangan KPPN dan kami tidak perlu konsultasi dengan mereka (pengurus PSSI saat in)," tegas dia.
"Mengenai pra-kongres yang digelar 26 Maret, akan diputuskan dalam rapat nanti jam lima sore di Hotel Sultan, Jakarta. Sedang untuk Kongres digelar sebelum 30 April," ujar Syahrial.
Syahrial mengatakan bahwa saat ini jumlah suara yang dimiliki KPPN adalah 87 dari total 100 anggota pemilik suara di PSSI.

- PSSI Segera Patuhi Desakan FIFA
Jakarta - FIFA telah menjatuhkan tenggat kepada PSSI untuk segera menggelar pemilihan Ketua Umum pada 30 April mendatang. PSSI pun menyanggupinya dan mengaku akan langsung mempersiapkannya.
Dalam sidang Komite Eksekutif FIFA di Zurich, Swiss, Kamis (3/3/2011), induk organisasi sepakbola dunia itu membahas beberapa masalah, salah satunya adalah kisruh yang melanda PSSI terkait pemilihan ketua umum periode berikutnya. Lewat situs resminya, mereka mengeluarkan pernyataan.
"PSSI harus menggelar sidang umum pada 26 Maret 2011 untuk memilih Komite Pemilihan dan mengadopsi electoral code berdasarkan standar electoral code FIFA. Komite Pemilihan selanjutnya akan melakukan pemilihan sebelum 30 April 2011," demikian pernyataan FIFA.
PSSI mengaku belum mendapakan surat resmi dari FIFA terhadap keputusan tersebut. Tapi banyak hal yang harus dikerjakan membuat mereka harus bekerja cepat.
"Waktu yang kita punya relatif pendek, karena itu kita benar-benar harus bekerja-keras," ungkap Sekjen PSSI Nugraha Besoes di situs resmi PSSI. Kendati demikian, Nugraha masih belum bisa dimintai keterangan secara langsung.
"Surat resminya belum kita dapat, akan tetapi keputusannya sama seperti yang tertuang pada situs FIFA itu, tak ada tambahan lainnya," lanjutnya.
Sebelumnya, pemilihan yang sedianya digelar 26 Maret 2011 dibatalkan lantaran keempat calon, Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro dan George Toisutta, semuanya ditolak oleh Komite Banding.
Pemilihan Nurdin sendiri terus mendapatkan tentangan. Mengenai para kandidat, Standard Electoral Code FIFA dalam Pasal 9 menyebut bahwa kriteria calon yang memenuhi syarat harus diatur oleh aturan tersebut dan juga statuta asosiasi bersangkutan, serta tetap sejalan dengan statuta dan peraturan FIFA.
Dengan demikian, status Nurdin Halid sebagai mantan tahanan setelah divonis bersalah dalam kasus korupsi, jelas tidak sesuai dengan statuta FIFA yang jelas-jelas melarang.
"Anggota Komite Eksekutif tidak boleh lebih tua dari ... (usia diisi oleh Asosiasi bersangkutan) dan tidak boleh lebih muda dari ... (usia diisi oleh Asosiasi bersangkutan). Mereka harus sudah aktif dalam dunia sepakbola, tidak boleh dinyatakan bersalah atas sebuah tindak kriminal sebelumnya serta berdomisili di wilayah negara X," sebut Statuta FIFA pasal 32 ayat 4.
- KPPN Diminta Batal Gelar Kongres
Jakarta - Sebanyak 83 pemilik suara PSSI melontarkan mosi tidak percaya dan berencana menggelar kongres di Solo. Namun karena FIFA sudah memerintahkan PSSI menggelar pemilihan ketua umum, kongres di Solo bisa dibatalkan.
Sebagai buntut atas ketidakpuasan terhadap kepengurusan Nurdin Halid, pada awal pekan ini sebanyak 83 pemilik suara di PSSI mengajukan mosi tidak percaya. Selain membentuk Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional mereka juga berencana menggelar kongres sendiri di Solo.
Agenda kongres di Solo itu cuma satu: memilih ketua umum, wakil ketua umum dan anggota Exco yang baru.
Namun rencana menggelar kongres tandingan tersebut kini bisa dikesampingkan terlebih dahulu. Itu terkait munculnya pernyataan FIFA yang meminta PSSI menggelar kongres dan melalukan pemilihan ketua umum baru paling lambat pada 30 April mendatang.
"Dengan keluarnya pernyataan FIFA, sebaiknya kongres KPPN jangan diadakan. Itu justru bisa tambah runyam. Sekarang kita ikuti aturan FIFA karena pernyataan mereka sudah sejalan dengan keinginan kita," ungkap pengamat sepakbola Ari Junaedi.
Yang harus dilakukan KPPN serta publik sepakbola Indonesia, menyusul turunnya pernyataan FIFA tersebut, adalah mengawal jalannya kongres dan proses pemilihan ketua umum sebagaimana digariskan FIFA. Jika bersikeras menggelar kongres tandingan, Indonesia malah bisa kena sanksi.
"Menurut saya, jangan diadakan dulu karena nanti bikin tambah runyam. Kita ikuti FIFA, jangan sampai ada dualisme. Justru FIFA yang akan mem-banned Indonesia kalau 83 pemilik suara melakukan kongres," demikian tuntas Ari.
Jakarta - Kekisruhan yang terjadi di tubuh PSSI rupanya tak hanya jadi santapan media lokal. Sebuah media besar di Amerika Serikat yaitu New York Times pun ikut membahasnya.
Sebuah artikel ditulis oleh wartawan NY Times, Aubrey Belford, pada 3 Maret 2011 yang berisi soal carut marutnya PSSI selama sembilan tahun dipimpin oleh Nurdin Halid.
NY Times pun menggambarkan sosok Nurdin sebagai seorang diktator yang memimpin dengan bantuan para rekannya yang kebanyakan adalah politisi partai dan memperkaya dirinya dari PSSI.
Adapun NY Times pun turut menulis jika Nurdin sejak memimpin tahun 2003 pernah tersandung kasus korupsi dua kali. Dan diceritakan singkat bagaimana Nurdin menjegal dua pesaingnya yaitu George Toisutta dan Arifin Panigoro saat pemilihan calon Ketum PSSI 2011-2015.
Selain itu pertemuan terakhir PSSI dengan DPR RI Selasa kemari pun turut dibahas termasuk ancaman pembunuhan bagi Nurdin serta keluarganya. Dan kasus suap dari mantan manajer Persisam Putra Samarinda, Aidil Fitri, pun diturut ditulis oleh NY Times.
Sebagai narasumber, NY Times memakai nama pengamat sepakbola yang juga mantan anggota PSSI, Tondo Widodo.
"Anda tanya kepada orang-orang di jalan, mereka tidak harus intelektual, coba tanya ke sopir taksi, Mereka semua sudah malu dan tidak suka dengan apa yang sudah Nurdin Halid dkk lakukan selama memimpin PSSI," tutur Tondo.
Kini Nurdin dan PSSI pun tinggal menunggu nasib saja, sebab FIFA dalam rapat Komite Eksekutif kemarin sudah memerintahkan PSSI menggelar Kongres Pemilihan Ketum baru paling lambat 30 April besok.
Sedangkan mengacu pada Standar Electoral FIFA, Nurdin yang pernah menjadi narapidana pada tahun 2007 tidak bisa lagi mencalonkan diri.
Jakarta - Liga Primer Indonesia optimistis mendapat pengakuan dari PSSI. Bila sudah berafiliasi nantinya, LPI ingin mereka diposisikan sebagai kompetisi kasta tertinggi.
Seperti diberitakan sebelumnya, LPI mengatakan sangat senang dengan keputusan FIFA menyangkut Indonesia, secara khusus tentang pemilihan ketua umum PSSI. Secara tersirat otoritas tertinggi sepakbola dunia itu mengisyaratkan bahwa Nurdin Halid (ketua umum PSSI saat ini) tidak bisa masuk dalam kepengurusan periode selanjutnya.
LPI yang di masa kepemimpinan Nurdin Halid ini tidak diakui, optimistis bahwa kepengurusan baru nanti bakal memberikan pengakuan pada kompetisi yang digagas Arifin Panigoro itu. Padahal LPI sudah mengupayakan afiliasi dengan PSSI sejak Desember silam.
"Dengan kepemimpinan baru, kami yakin PSSI akan menjadi orang tua kandung yang sayang kepada 'anaknya'," ujar juru bicara LPI Abi Hasantoso , Jumat (4/3/2011) siang WIB.
Abi mengatakan bahwa calon pengurus baru sudah mengetahui soal LPI. "Jadi otomatis kami bisa langsung diterima," tambah dia.
Abi menyatakan bahwa bila sudah afiliasi nantinya, maka LPI ingin ditempatkan sebagai kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. "LPI harus kasta tertinggi. Perlu ditekankan LPI merupakan liga profesional yang tidak ada memakai uang rakyat," ujar dia.
Namun untuk menuju ke arah sana, Abi mengakui butuh waktu lama. "Tidak bisa langsung gabung. Tidak bisa selesai hanya dalam tiga atau enam bulan," jelasnya.
Sebab, Abi menilai masih banyak pembenahan yang harus dilakukan tim-tim yang masih memakai dana APBD bila ingin bisa promosi ke LPI.
"Yang menggunakan uang rakyat itu tim amatir. Bagi mereka masih banyak PR di antaranya membentuk klub menjadi PT (perseroan terbatas), laporan keuangan yang diaudit akuntan publik, dan juga pertanggungjawaban dana APBD yang mereka gunakan selama ini," jelas dia.
LPI sendiri tidak ingin buru-buru dengan hal tersebut. Opsi lain bisa ditempuh yakni kompetisi dipisah antara liga profesional dan amatir.
"Bagi kami yang terpenting pengakuan dulu. Soal itu, nanti kami juga harus berkomunikasi dengan pemerintah dan BOPI untuk mencari solusi terbaik," tuntas Abi.
Jakarta - Keputusan komite eksekutif FIFA soal Indonesia mendorong terjadinya revolusi di tubuh PSSI yang berarti adanya pengurus baru. Liga Primer Indonesia (LPI) optimistis bahwa pengurus baru ini bakal memberikan pengakuan pada LPI.
Komite eksekutif FIFA Kamis (3/3/2011) malam WIB mengumumkan memberikan tenggat waktu kepada PSSI hingga 30 April untuk menggelar pemilihan ketua umum. Secara tersirat, keputusan FIFA itu menerangkan bahwa Nurdin Halid yang merupakan ketua PSSI saat ini, tidak bisa masuk dalam kepengurusan PSSI.
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak LPI menyambut baik keputusan FIFA tersebut. LPI menilai bahwa keputusan itu sangat mendukung terjadinya revolusi di tubuh PSSI yang artinya adanya penggantian pada figur-figur kepengurusan.
"Akan terjadi revolusi kepengurusan PSSI," ujar juru bicara LPI Abi Hasantoso, Jumat (4/3/2011) pagi WIB.
LPI , yang selama ini tidak diakui dari kepengurusan PSSI yang diketuai Nurdin Halid, mengatakan optimistis bahwa kepengurusan baru bakal memberikan pengakuan kepada kompetisi yang digagas oleh Arifin Panigoro itu.
"LPI yakin. Kami yakin pengurus baru adalah putra-putra terbaik dan profesional. Bukan orang-orang lama yang tidak amanah dan tidak amanah, serta ada beberapa yang terlibat urusan hukum," kata Abi.
"Calon pengurus baru sudah mengetahui soal LPI. Ini berarti otomatis kami bisa langsung diterima. Surat kami 22 Desember 2010 soal permohonan afiliasi kepada PSSI bisa jadi rujukan, jadi masih bisa dipakai," tuntas dia.
Jakarta - Keputusan komite eksekutif FIFA disambut dengan sangat gembira oleh kubu Liga Primer Indonesia. LPI menilai keputusan itu sangat mendukung terjadinya revolusi PSSI.
Komite eksekutif FIFA Kamis (3/3/2011) malam WIB mengumumkan memberikan tenggat waktu kepada PSSI hingga 30 April untuk menggelar pemilihan ketua umum.
"LPI sangat senang dengan keputusan tersebut. Pertama-tama kami berterimakasih kepada Menpora Andi Mallarangeng dan dubes Indonesia untuk Swiss bapak Joko Susilo yang sudah memantau sidang," ujar juru bicara LPI Abi Hasantoso , Jumat (4/3/2011) pagi WIB.
Secara tersirat, keputusan FIFA itu menerangkan bahwa Nurdin Halid yang merupakan ketua PSSI saat ini, tidak bisa masuk dalam kepengurusan PSSI. "Keputusan Exco FIFA di Zurich sangat mendukung terjadinya revolusi di PSSI sesuai dengan keinginan masyarakat luas," tambah Abi.
Selain keputusan soal pemilihan ketua umum, FIFA juga meminta PSSI untuk bisa mengontrol kompetisi LPI jika tak mau dijatuhi sanksi. Dalam hal ini, FIFA tidak menyebut nama LPI namun "liga yang memisahkan diri" (breakaway league).
Keputusan FIFA ini, menurut Abi menunjukkan bahwa PSSI selama ini tidak memberikan laporan yang sempurna kepada FIFA tentang apa yang terjadi di Indonesia. Sebab seperti yang diberitakan sebelumnya, PSSI menunjukkan bahwa mereka mendapatkan surat dari FIFA yang isinya soal perintah untuk memberikan sanksi kepada LPI.
"PSSI hanya memberikan laporan kepada FIFA, yang mengenakkan PSSI sendiri. Keterangan sesuai keinginan mereka, seolah-olah mereka yang paling tahu FIFA," ujar Abi.
"Mereka tidak pernah laporkan bahwa LPI kompetisi resmi di bawah BOPI, di bawah pemerintah," imbuhnya.
Abi menerangkan bahwa selama ini pihak LPI pun juga memberikan laporan ke FIFA. Ia mengklaim bahwa LPI memiliki lobi ke otoritas tertinggi sepakbola dunia tersebut.
"Saluran lobi sudah kami lakukan sejak setelah Kongres Sepakbola Nasional (KSN) tahun 2010. Kami juga punya jaringan internasional yang bisa mengonfirmasikan kejadian-kejadian yang ada di Indonesia kepada FIFA," kata Abi.
Ada pun ketika ditanya tentang siapa-siapa saja serta apa saja yang telah dilakukan oleh tim lobi yang disebutkan tersebut, Abi menolak untuk memberikan penjelasan.
Langganan:
Postingan (Atom)




