Senin, 03 Januari 2011

- Irfan & Kim Diklaim Ikut LPI

Jakarta - Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan tampaknya sudah memilih tampil di Liga Primer Indonesia (LPI). Artinya mereka akan tetap membela Persema Malang dan tak hijrah ke klub lain.

Masa depan Irfan dan Kim bersama Persema belakangan menjadi spekulasi. Masalahnya, Persema adalah klub peserta kompetisi LPI yang notabene tidak diakui oleh PSSI.

Dampak dari hal tidak diakuinya LPI oleh induk dari sepakbola nasional tersebut adalah, semua unsur yang terlibat di dalamnya, termasuk pemain, menjadi ilegal di mata PSSI.

Maka dari itu, dengan bergabung bersama Persema di kompetisi LPI maka kelangsungan karir Irfan dan Kim di tim nasional Indonesia, baik untuk level senior atau pun U-23, juga jadi terancam.

Dengan kondisi tersebut, salah satu opsi yang muncul untuk keduanya adalah hijrah ke klub peserta Indonesia Super Liga, yang diakui PSSI. Jika kepindahan dilakukan, jalan keduanya menuju timnas dinilai lebih aman karena tak menghadapi ancaman PSSI.

Meski demikian, Irfan dan Kim tampaknya tidak menghiraukan itu semua. Mereka tetap memilih untuk bertahan di Persema sekaligus berlaga di LPI yang mulai bergulir 8 Januari 2011 ini.

Boleh jadi dengan mengusung tekad itulah kedua pemain blasteran tersebut mendatangi langsung kantor LPI di bilangan Jl. Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (3/1/2010) siang WIB. Selentingan kabar santer menyebut kalau mereka datang untuk meneguhkan kesetiaan dengan LPI.
Kabar mengenai bertahannya Irfan dan Kim di LPI itu pun diakui oleh CEO LPI Widjayanto.

Setelah menuntaskan urusan di kantor LPI, Irfan dan Kim juga dilaporkan akan segera bertolak kembali ke Malang. Besok, Selasa (4/1/2010), mereka dikabarkan bakal langsung menggelar konferensi pers bersama Persema yang juga disertai Peni Suparto, Ketua Umum Persema sekaligus Walikota Malang.
- PSSI Hukum Tiga Klub yang Pindah ke LPI

Jakarta - Persema, PSM dan Persibo dinyatakan degradasi dari kompetisi Indonesia Super League (ISL). PSSI akan menjatuhkan sanksi lain kepada mereka apabila terbukti ikut pertandingan LPI.

Demikian ditegaskan PSSI melalui sekjennya, Nugraha Besoes, dalam pertemuan dengan wartawan di kantor mereka di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (3/1/2011).

PSSI tetap menyatakan bahwa LPI ilegal dan klub-klub yang berafiliasi dengan PSSI dilarang berpartisipasi. Persema, PSM dan Persibo, yang telah menyatakan ikut ke LPI, sudah dihukum berupa degradasi dari ISL ke Divisi Utama Liga Indonesia.

Nantinya, apabila ketiga klub tersebut betul-betul turun ke LPI -- kickoff pada 8 Januari -- maka PSSI akan mengambil tindakan lain kepada mereka, berdasarkan kongres Komite Eksekutif (EXCO).

"Mereka keluar dari kompetisi (ISL), tapi masih tercatat sebagai klub PSSI," tutur Nugraha. "Saat ini mereka baru keluar, belum sampai menyeberang. Begitu mereka main di LPI mereka akan kena sanksi lagi."

Terkait keluarnya tiga klub tersebut, maka kompetisi ISL kini tersisa 15 tim. Konsekuensinya adalah, tim-tim yang sudah bertanding melawan Persema, PSM atau Persibo, nilai yang didapat dari pertandingannya itu dihapuskan atau dianggap tidak ada.
- Profil Singkat Klub LPI (2)

Jakarta - Kota Medan punya dua klub sekaligus di ajang Liga Primer Indonesia (LPI) yang akan segera bergulir. Berikut ini profil singkat klub-klub peserta kompetisi baru tersebut:

PSM Makassar
Pelatih: Michael Feichtenbeiner (Jerman)
Stadion: Andi Mattalata, Makassar (kapasitas 20.000)

PSM adalah salah satu klub legendaris di Indonesia dari tanah Sulawesi Selatan. Terkenal dengan animo masyarakat yang tinggi terhadap sepakbola, kota Makassar menjadi tempat yang strategis untuk membangun persepakbolaan Indonesia yang lebih baik.

Manado United
Pelatih: Muhammad Al Hadad
Stadion: Klabat, Manado (kapasitas 20.000)

Manado United merupakan klub sepakbola yang sudah cukup lama berdiri di Manado. Masyarakat di Manado sendiri sangat menantikan kehadiran dan selalu mendukung klub sepakbola yang dapat berprestasi dari daerahnya. Fokus Manado United adalah pengembangan pemain lokal. Diperkuat oleh mantan pemain-pemain Persma serta kehadiran pemain andalan Amaral, Manado Untied siap berprestasi pada musim kompetisi Liga Primer Indonesia pada tanggal 8 Januari 2011 nanti.

Medan Bintang
Pelatih: Rene Van Eck (Belanda)
Stadion: Teladan, Medan (Kapasitas 20.000)

Sepakbola merupakan sebuah olahraga yanga sangat digandrungi masyarakat Medan, dimana sejumlah klub-klub sepakbola sempat mengukir prestasi di kancah nasional dan internasional. Adalah Medan Bintang, klub baru yang mendapat dukungan sejumlah elemen, yang berambisi mengangkat dan membesarkan prestasi kota Medan.

Medan Chiefs
Pelatih: Jorg Steinebruner (Jerman)
Stadion: Teladan, Medan (kapasitas 20.000)

Medan Chiefs lahir dari semangat klub sepakbola Pro Titan, yang memang sudah tidak lagi mengandalkan APBD. Pro Titan sudah lama bergelut di kancah sepakbola nasional sebagai klub yang mandiri. Semangat perjuangan klub sepakbola dari Medan tersebut akan berkembang melalui Medang Chiefs.

Persebaya
Pelatih: Aji Santoso
Stadion: Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya (kapasitas 35.000)

Persebaya memiliki sejarah panjang dalam persebakbolaan nasional Indonesia. Klub ini sempat meraih prestasi gemlilang ketika klub-klub Perserikatan dan Galatama bersatu dalam Liga Indonesia (1994) dan meraih gelar juara pada tahun 1997 dan 2005. Kini, Persebaya membuka lembaran baru untuk menoreh prestasi di Liga Primer Indonesia.

Persema
Pelatih: Timo Scheuneman( Jerman)
Stadion: Gajayana, Malang (kapasitas 30.000)

Persema memiliki visi untuk memajukan persepakbolaan Indonesia. berkat visi tersebutlah, Persema memilih untuk bergabung dengan Liga Primer Indonesia. Saat ini Persema telah memiliki tim yang sangat tangguh dan memiliki peluang besar di kancah Liga Primer Indonesia.

Persibo
Pelatih: Sartono Anwar
Stadion: Letjen Haji Sudirman, Bojonegoro (kapasitas 15.000)

Tim "Laskar Angling Dharma" berdiri pada 12 Maret 1949 dan merupakan juara Divisi Utama musim 2009-2010. Dengan prestasi tersebut, klub ini siap menoreh lembaran sejarah baru di Liga Primer Indonesia.

Real Mataram
Palatih: Jose Basualdo (Argentina)
Stadion: Maguwoharjo, Yogyakarta (kapasitas 30.000)

Gairah sepakbola Yogyakarta kembali bersinar dengan hadirnya klub Royal Mataram. Nama Royal Mataram akan mewakili semangat dan kekuatan Kerajaan Mataram yang mendapat dukungan besar dari masyarakat Yogyakarta. Berbekal pemain-pemain berpengalaman, klub ini merupakan salah satu yang terkuat dengan mengatongi dua kemenangan.

Semarang United
Pelatih: Edy Paryono
Stadion: Jatidiri, Semarang (kapasitas 25.000)

Klub yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah, ini sengaja disiapkan khusus untuk mengikuti Liga Primer Indonesia. Klub yang digagas oleh Novel Al Bakrie ini mendapat dukungan luar dari masyarakat sepakbola Kota Semarang. bersama marquee player Amancio Fortes, Semarang United akan menajdi salah satu klub yang paling disegang di kancah Liga Primer Indonesia.

Tangerang Wolves
Pelatih: Paulo Camargo (Brasil)
Stadion: Benteng (Kapasitas 25.000)

Semangat pendukung sepakbola di Tangerang tidak dapat diragukan lagi. Keberadaan Tangerang United di kota industri ini diharapkan dapat meningkatkan geliat dan semangat persepakbolaan lokal. Dipimpin oleh pelatih yang jeli akan bakat-bakat muda, klub ini yakin dapat memperoleh tempat tersendiri di ahti para pecinta sepakbola indonesia.
- Profil Singkat Klub LPI (1)

Jakarta - Akhir pekan ini Liga Primer Indonesia (LPI) mulai digulirkan, diikuti oleh 19 tim yang sebagian besar baru terbentuk. Berikut ini keterangan singkat tentang tim-tim peserta kompetisi baru tersebut:

Aceh United
Pelatih: Lionel Charbonnier (Prancis)
Stadion: Harapan Bangsa, Banda Aceh (Kapasitas 40.000)

Persebakbolaan di Kota Banda Aceh kembali hidup dengan kehadiran Aceh United sebagai salah satu peserta Liga Primer Indonesia. Banda Aceh memiliki potensi besar karena banyak tersedia bakat-bakat pemain muda dan suporter sepakbola yang aktif. Adalah Aceh United yang akan menampung bakat-bakat pemain muda Banda Aceh untuk berprestasi dan memberikan tontonan menghibur kepada para suporter.

Bali De Vata
Pelatih: Willy Scheepers (Belanda)
Stadion: Kapen i Wayan Dipta, Gianyar (kapasitas 25.000)

Bali tercatat pernah memiliki tim-tim yang bermain di pentas sepak bola nasional, seperti pada era Liga Sepak Bola Utama (Galatama) tahun 1980-an dan Liga Divisi Utama pada tahun 2000-an. Kini Liga Primer Indonesia (LPI) bertekad membawa semangat Bali dalam revolusi sepakbola nasional melalui klub Bali Dewata.

Bandung FC
Pelatih: Nandar Iskandar
Stadion: Siliwangi, Bandung (kapasitas 25.000)

Bandung selalu memiliki klub-klub yang berprestasi di kancah sepakbola nasional. Setelah Persib dan Maung Bandung Raya, kini muncul Bandung FC sebagai klub sepakbola baru di Bandung yang akan semakin mengharumkan nama kota kembang ini. Kekuatan klub muda ini langsung terlihat dalam Laga Pra Musim kompetisi dan memiliki harapan besar di arena Liga Primer Indonesia.

Batavia Union
Pelatih: Roberto Bianchi (Brasil)
Stadion: Tugu, Jakarta (Kapasitas 20.000)

Mewakili kota Jakarta, Batavia Union merupakan klub baru dengan materi pemain-pemain yang handal dan berpengalaman menggeluti liga nasional. Meski baru, klub ini telah memiliki basis suporter yang setia dan bersemangat. Klub ini juga merupakan salah satu klub yang bersinar pada Laga Pra Musim Kompetisi LPI.


Bogor Raya
Pelatih: John Arwandy
Stadion: Persikabo, Bogor (kapasitas 15.000) dan Pajajaran, Bogor (kapasitas 12.000)

Klub yang dikenal dengan nama "Laskar Kujang" ini berisikan manajemen muda yang kreatif dan penuh semangat. Klub ini juga membuat kejutan dengan mendatangkan mantan pemain River Plate, Diego Bogado, gelandang sayap asal Argentina berusia 24 tahun. Bogor Raya optimistis dapat mengubah persepakbolaan Indonesia melalui semangat generasi muda.


Cendrawasih Papua
Pelatih: Uwe Erkebrecher (Jerman)
Stadion: Mandala, Jayapura (kapasitas 30.000)

Cendrawasih FC lahir dari klub Kontiki FC, yang merupakan binaan para mantan pemain Persipura yang tergabung dalam Asosiasi Mantan Pemain Persipura (AMPP). Papua sendiri dikenal sebagai ladang bakat-bakat muda pemain sepakbola Indonesia dan secara konsisten melahirkan pemain-pemain bintang.

Jakarta 1928
Pelatih: Bambang Nurdiansyah
Stadion: Lebak Bulus (Kepasitas 25.000)

Jakarta 1928 merupakan salah satu klub yang unik di pentas Liga Primer Indonesia. Klub ini membawa semangat perubahan yang diusung Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ), salah satu klub sepakbola yang menjadi bagian perjuangan di masa penjajahan dulu. Semangat yang sama selama ini bersemayan di klub Persija Jakarta.

Kabau Padang
Pelatih: Divaldo Alves (Portugal)
Stadion: Agus Salim, Padang (kapasitas 28.000)

Kabau Padang lahir dari inspirasi kemandirian yang telah dibangung oleh klub sepakbola mandiri Cement Padang. Melaui persiapan yang cenderung tertutup, Kabau Padang akan menyajikan gebrakan-gebrakan di dalam arena Liga Primer Indonesia.

Ksatria XI Solo FC
Pelatih: Branko Babic (Serbia)
Stadion: Manahan, Solo (kapasitas 24.000)

Kota Solo memiliki sejarah panjang dan membanggakan dalam persepakbolaan Indonesia. Klub asal kota Solo sempat menjuarai Galatama sebanyak 8 kali. Namun belakangan, nama Solo seakan tenggelam di pentas sepakbola nasional dan Jawa Tengah. Kini, Solo FC siap membawa Solo kembali berjaya di pentas nasional melalui Liga Primer Indonesia.
- Pelatih Persib akan Perbaiki Mental Empat Pemain Timnas

Bandung - Pelatih Daniel Roekito mengaku senang empat pemain Persib yang sebelumnya memperkuat timnas di Piala AFF gabung kembali. Keempatnya masing-masing Eka Ramdhani, Maman Abddurachman, Christian Gonzales, dan Markus Horison atau Markus Haris Maulana.

Mereka ikut dalam sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi, Senin (3/1/2010). "Dengan datangnya pemain ya saya senang sekali, bagus," kata Daniel kepada wartawan usai memimpin latihan.

Meski baru bertatap muka hari ini dengan mereka, Daniel mengaku tidak mengalami kesulitan. Misalnya dalam penerapan taktik atau pola permainan. Sebab, mereka dinilai sudah matang dan tahu apa yang harus dilakukan sebagai pemain sepak bola.

"Mereka memang sudah matang. Kondisi fisiknya juga bagus, tinggal mental saja diperbaiki," jelasnya.

Daniel mengatakan tidak akan menambah atau mengubah pola latihan pasca kembalinya para pemain timnas. Fokusnya saat ini adalah menerapkan pemahaman formasi dan strategi yang akan menjadi skema permainan tim.

"Enggak ada latihan khusus. Nanti juga semuanya akan baik. Saya juga sudah kenal mereka kok," katanya.

Sementara seusai sesi latihan pagi sekitar pukul 10.30 WIB, Daniel terlihat berjalan ke ruang ganti sambil bahunya dirangkul Christian Gonzales sekitar satu menit. Seperti diketahui, mereka pernah berduet sebagai pemain dan pelatih saat memperkuat Persik Kediri.

Saat disinggung apa yang dibicarakan, Daniel menjawab: "Enggak apa-apa. Kita cuma kangen saja," ungkapnya.
- Indosiar Tak Hiraukan Gesekan LPI dengan PSSI

Jakarta - Keberadaan Liga Primer Indonesia (LPI) boleh saja dipermasalahkan dan digugat oleh PSSI. Tapi ini tak menyurutkan niat Indosiar untuk menayangkan partai-partai LPI.

Hadirnya LPI sudah membuat PSSI, sebagai induk dari sepakbola nasional, berang. Masalahnya, LPI sedikit banyak memang akan beradu langsung dengan kompetisi lain yang sudah ada sebelumnya yakni Indonesia Super Liga (ISL).

Menanggapi eksistensi LPI itu bahkan tak sekali-dua PSSI berkata pedas dan melontarkan ancaman-ancaman keras yang ditujukan kepada klub, pemain dan juga ofisial LPI.

Meski demikian, sikap PSSI tersebut tidak membuat langkah Indosiar gentar dalam menjadi stasiun penayang kompetisi LPI. Mereka tetap akan mulai menyiarkan langsung partai LPI mulai akhir pekan ini.

"Kita lebih konsen ke sepakbola-nya sendiri, bukan soal intrik-intriknya," terang Kepala Humas Indosiar Gufroni Sakaril.

Lantas, apakah Indosiar juga menerima ancaman atau teguran dari PSSI terkait langkahnya dalam menjadi stasiun penayang pertandingan LPI?

"Kita kan hanya memberi coverage (dengan menjadi stasiun penayang)," tepis Gufroni. "Niat kita memberikan wadah tontonan menarik dan kemudian menggairahkan sepakbola Indonesia, mudah-mudahan sepakbola kita meningkat."

Gufroni juga yakin kalau penonton akan memberikan respon positif terhadap tayangan LPI di stasiun televisi yang berulangtahun tiap tanggal 11 Januari tersebut.

"Kita optimistis karena bola baru booming, sedang demam sepakbola. Animo orang nonton bola luar biasa, stadion dipadati penonton. Mudah-mudahan ini pertanda baik," harapnya.
- Bepe Curhat Soal Faktor Kekalahan Timnas di Bukit Jalil

Jakarta - Bambang Pamungkas mengakui timnas Indonesia kehilangan konsentrasi di Leg I Final di Bukit Jalil. Penyerang 'Merah Putih' itu mulai merasakannya sejak tim diganggu agenda-agenda di luar lapangan.

Hal itu diungkapkan Bepe dalam blognya yang berjudul 'Tetap Semangat Garudaku' di www.bambangpamungkas20.com. Memang sejak timnas lolos ke babak final dengan penampilan cemerlang lewat lima kemenangan beruntun, perhatian dan ekspetasi masyarakat pada pasukan Alfred Riedl itu menjadi lebih besar.

Setidaknya semenjak lolos ke semifinal, dua kali Bepe dkk mengunjungi dua acara yang dinilai banyak orang tidak penting, yaitu kunjungan ke rumah Ketum Golkar Aburizal Bakrie dan mengikuti istighosah yang diselenggarakan 16 jam sebelum keberangkatan timnas ke Kuala Lumpur.

Sesuatu yang mendapat perhatian dari Bepe yang menilai, keberhasilan Indonesia melaju ke final bukanlah hal baru karena sudah pernah melakukannya sebanyak tiga kali.

"Sehari setelah Indonesia memastikan diri masuk final, kami sempat diundang dalam sebuah acara makan siang oleh Bpk Aburizal Barkie di kediaman beliau. Saat ramah tamah, saya sempat berbicara di depan semua yg hadir dalam acara tersebut. Dan jika saya tidak salah, acara tersebut juga di siarkan secara LIVE oleh salah satu stasiun TV swasta di negeri ini," tulis Bepe dalam blognya.

"Ketika itu saya berbicara demikian, “Ini bukanlah final pertama untuk kita (Indonesia), ini adalah final ke 4 setelah pada 3 final sebelumnya kita selalu gagal. Keberhasilan ini memang patut di rayakan, akan tetapi seharusnya tidak mengurangi fokus dan konsentrasi kita di 2 laga final, yg menurut saya sangat berat""

"Dan ternyata apa yg saya khawatirkan menjadi kenyataan. Kita sempat kehilangan konsentrasi pada pertandingan leg pertama di stadion Bukit Jalil. Hal tersebutlah yg mengakibatkan kita harus menerima 3 gol hanya dalam waktu kurang lebih 15 menit. Iya, bencana 15 menit yg membuat kita harus bekerja dengan sangat keras di Jakarta pada leg ke dua."

Selain itu Bepe pun berbicara soal keberadaan sinar laser yang sempat menggangu Markus Horison dan banyak dianggap masyarakat Indonesia, sebagai tindakan curang Malaysia untuk menang. Apa kata pemain Persija Jakarta itu?

"Saya kurang sependapat dengan beberapa kalangan yg menyalahkan keberadaan sinar laser di stadion Bukit Jalil, ketika itu. Iya, sinar laser tersebut memang sedikit banyak mengganggu, akan tetapi alangkah kurang bijaksana jika kita menjadikan hal tersebut sebagai alasan utama atas kekalahan kita malam itu," tuntas Bepe
- LPI Tayang di Indosiar

Jakarta - Liga Primer Indonesia (LPI) akan mulai bergulir pada akhir pekan nanti. Kompetisi ini dipastikan bakal tayang di stasiun televisi Indosiar.

Kompetisi baru di Indonesia, LPI, akan mulai kick-off pada tanggal 8 Januari 2011 mendatang. Total 19 klub tercatat akan terlibat di dalamnya.

Untuk stasiun penayang, Indosiar dipastikan bakal menayangkan langsung pertandingan-pertandingan LPI. "Iya, sudah pasti di Indosiar, karena kita sudah deal," tukas Kepala Humas Indosiar Gufroni Sakaril.

"Biasanya satu musim dulu," imbuhnya saat ditanyakan durasi kontrak Indosiar dengan LPI.

Untuk sementara, Indosiar belum akan menayangkan siaran tunda pertandingan dan baru akan menyiarkan langsung satu partai tiap akhir pekannya terlebih dulu. Jumlah itu bisa bertambah seiring waktu.

"Sementara siaran langsung dulu. Pertandingan nanti lebih banyak Sabtu atau Minggu di sore hari," terang Gufroni.

Terkait jadwal siaran pertandingan, Gufroni belum bisa memastikan partai-partai apa yang akan ditayangkan langsung oleh pihaknya. "Nanti kita akan kita kirimkan (jadwalnya) ke media," jawabnya.