Kamis, 07 Oktober 2010

- Jelang Indonesia vs Uruguay
Tiket Mulai Dijual di GBK

Jakarta - Panitia penyelenggara mulai membuka loket pemesanan langsung tiket pertandingan Indonesia kontra Uruguay di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, mulai hari ini, Kamis (7/10/20109).

Loket tersebut berada di Pintu X stadion, dekat kantor PSSI, dan sudah dibuka pada pukul 10.00 WIB dan akan ditutup sekitar magrib.

Menurut keterangan petugas kepada detiksport, satu loket tersebut disediakan hanya untuk pemesanan, dengan syarat calon pemesan harus menyerahkan fotokopi KTP.

Tiket baru bisa diambil dengan menukarkan tanda terima pemesanan pada Jumat (8/10) besok di tempat yang sama, dengan menunjukkan KTP asli, antara jam 10 pagi sampai 2 siang. Lewat jam 2, pemesan bisa menukarkannya di kantor PSSI.

Dari pantauan detiksport sampai berita ini diturunkan, calon pembeli tiket sudah mulai berdatangan ke loket di GBK, tapi tidak menimbulkan antrian.

"Masih banyak, Mas. Jauh dari sold out. Seberapa banyak yang sudah dipesan, saya belum bisa memperkirakan. Pokoknya masih banyak kok," ujar petugas.

Distributor situs rajakarcis.com hari ini mengumumkan sudah menutup pemesanan karena tiket yang mereka jual sudah habis. Dengan begitu, fans yang ingin mencari tiket tinggal mendatangi GBK, baik hari ini maupun penjualan langsung besok.

Kickoff Indonesia vs Uruguay pada 8 Oktober pukul 20.00 WIB.
- Forlan Tak Datang karena Ngambek

Montevideo - Diego Forlan dipastikan tidak akan memperkuat Uruguay saat berhadapan dengan Indonesia dalam laga persahabatan. Benarkah Forlan ngambek karena laga ini tidak dipromotori oleh saudaranya?

Kepastian Forlan tidak akan terbang ke Jakarta untuk membela Uruguay menghadapi Indonesia pada Jumat (8/10/2010) diungkapkan oleh Federasi Sepakbola Uruguay (AUF) sebagaimana dilansir oleh sejumlah media asing.

Yang menarik adalah alasan Forlan memilih tidak berpartisipasi dalam laga ini. Pada awalnya, penyerang Atletico Madrid itu dikatakan cedera dan klubnya tidak mengizinkan ia pergi.

Namun kabar yang dilansir Reuters menyebutkan kalau Forlan tidak ikut karena ia kesal pada AUF yang tidak mengizinkan laga Indonesia vs Uruguay dipromotori oleh saudaranya, Pablo.

"Pablo punya kesempatan menggelar partai itu, tapi pada akhirnya pertandingan itu diselenggarakan oleh orang lain," ujar ayah Forlan yang juga bernama Pablo kepada Radio 1410amlibre.

"Bagaimana seseorang akan bereaksi bila saudaranya (Diego) datang ke pertandingan yang aslinya akan ia selenggarakan?" tanya Pablo Forlan yang juga mantan pemain nasional Uruguay itu.

"Diego tidak akan pergi karena alasan itu," tandas pria 65 tahun yang pernah bermain di Piala Dunia 1966 dan 1974 tersebut.

Meski tidak bisa tampil menghadapi Indonesia, Forlan akan langsung terbang ke Wuhan, China, saat Uruguay bertemu timnas China di kota itu pada tanggal 12 Oktober.
- Mencari Pesepakbola Muda Berbakat Lewat IFA

Jakarta - Salah satu penyebab terpuruknya persepakbolaan Indonesia saat ini diklaim akibat buruknya sistem pembinaan usia muda. Maka Indonesian Football Academy (IFA) diciptakan demi mencari bibit-bibit muda berbakat.

IFA sendiri memberikan kesempatan emas kepada delapan pemain Indonesia untuk menimba ilmu di Inggris dan Belanda. Kedelapan pemain tersebut, merupakan hasil seleksi yang IFA lakukan pada 45 pemain dan nantinya dibagi dalam dua kelompok umur, U-14 dan U-15.

"Konsep ini telah berjalan sejak berdirinya IFA sekitar enam bulan yang lalu. Kami membuat konsep pembinaan usia muda, yang akan ditempat di luar negeri," tukas Direktur Utama IFA, Iman Arif, dalam jumpa pers di FX Senayan, Rabu (6/10) sore WIB.

Dilanjutkan Iman, pembinaan seharusnya dilakukan oleh semua klub yang ada di Indonesia. Namun, hal tersebut tidak berjalan. Beda halnya dengan liga-liga besar di Eropa yang sudah menerapkan pembinaan usia dini sejak usia enam tahun.

"Pembinaan usia muda memang tidak berjalan maksimal disemua klub Indonesia. Contohnya di negara-negara lain, semua klub memiliki pembinaan usia muda yang tertata rapi," sambungnya.

IFA memilih Belanda dan Inggris sebagai pembinaan karena kedua negara tersebut memiliki sistem pembinaan yang cukup baik.

"Ada empat pemain yang akan diterbangkan ke Inggris dan empat pemain ke Belanda. Sekitar bulan Februari, mereka akan dikirim. Apakah para pemain tersebut bisa menunjukkan performa dan beradaptasi dengan cuaca di sana?" tandasnya.

Program tersebut, kata Iman, untuk mengukur kemampuan anak-anak tersebut untuk menjalani program yang dirancang IFA selama tiga tahun ke depan.

"Dari enam bulan mereka disana, kami akan melihat apakah mereka bisa menyesuaikan diri dengan cuaca, makanan, dan kerasnya kompetisi. Kalau saja bisa beradaptasi selama enam bulan, mereka akan di sana selama tiga tahun," terang Iman.

"Kami menyerahkan semuanya kepada pemain. Apa ingin main di Indonesia atau luar negeri," pungkas pria yang juga menjabat Ketua Badan Tim Nasional (BTN) itu.
- Siapa Lawan Timnas di November?

Jakarta - Timnas Indonesia mengagendakan sejumlah ujicoba jelang Piala AFF di bulan Oktober dan November. Jika lawan-lawan di bulan ini sudah diketahui, bagaimana dengan calon lawan bulan depan?

Untuk bulan Oktober ini, Indonesia akan melawan timnas Uruguay Jumat (8/10) lusa malam WIB yang akan dihelat di SUGBK. Empat hari berselang giliran Maladewa akan menjajal kekuatan 'Merah Putih' yang rencananya akan dihelat di Bandung.

Selanjutnya pada bulan November mendatang Indonesia dijadwalkan akan melakoni tiga ujicoba, yaitu pada tanggal 17, 21 dan 24 November. Namun hanya Timor Leste yang sudah memastikan diri akan menjadi tamu pada tanggal 25.

Untuk dua tim lainnya Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arif mengisyaratkan akan membawa sejumlah tim kuat ke Jakarta seperti Korea Selatan, Paraguay. Selandia Baru dan yang sudah banyak dibicarakan Pantai Gading.

"Keempat tim itu sedang dalam negosiasi dan coba kami datangkan salah satunya pada 17 November," tutur Iman kepada wartawan dalam jumpa pers di FX, Senayan, Rabu (6/10) sore WIB.

Di tanggal 21 November timnas China juga jadi salah satu alternatif selain Paraguay. "Paraguay pada tanggal 17-nya katanya ada ujicoba melawan Hong Kong, jadi kami coba undang ke Jakarta," simpul Iman.

Selasa, 05 Oktober 2010

- PSSI Ajukan Dana Trilyunan ke DPR

Jakarta - Dalam pertemuannya dengan Komisi X DPR, PSSI mengajukan beberapa proposal. Proposal-proposal tersebut berisi pengajuan dana trilyunan untuk beberapa program yang bakal dijalankan oleh federasi sepakbola Indonesia itu.

Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung DPR, Senin (4/10/2010). Beberapa proposal yang diajukan di antaranya untuk keperluan timnas pada SEA Games XXVI pada 2011 mendatang, pembinaan usia muda dan renovasi Stadion Gelora Bung Karno.

Dana yang diajukan pun tak sedikit karena nilainya mencapai trilyunan rupiah. Berikut adalah rinciannya.

Untuk SEA Games, PSSI mengajukan permohonan dana sebesar Rp 50 M. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk talent scouting dan teknis lainnya sebesar Rp 6 M, training camp sebesar Rp 6,8 M, laga persahabatan sebesar Rp 9,5 M, dana untuk SEA Games sendiri Rp 19, 3 M dan tekns kepelatihan Rp 8,4 M.

Sedangkan untuk membuat sekolah sepakbola sebesar mereka mengajukan Rp 381 M. Rp 377 M di antaranya digunakan untuk investasi dan maintenance.

Proposal lainnya yang diajukan PSSI adalah untuk merenovasi Stadion GBK dan wisma PSSI yang akan menghabiskan total anggaran Rp 596 M. Dana tersebut juga di antaranya akan digunakan untuk merenovasi lapangan

Terakhir, PSSI mengajukan proposal pembinaan usia muda dan pembangunan prasarana pendukung, yang mana mereka sebut membutuhkan dana Rp 957 M. Rencananya PSSI juga akan mengadakan scouting dan Liga Remaja di belasan kota di Indonesia dari dana tersebut.

"Lebih banyak lapangan golf dari lapangan sepakbola, tapu kita tak pernah juara golf. Oleh karena itu infrastruktur sangat penting. Kita punya talenta luar biasa, tapi tak didukung infrastruktur," ujar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

"Oleh karena itu, kita punya rencana untuk membangun sekolah sepakbola khusus timnas Indonesia. Sekolah itu akan berafiliasi dengan sekolah sepakbola internasional, Sehingga kalau ada pembinaan internasional kita bisa kerjasama. Sekolah itu juga akan dikombinasikan dengan sekolah umum," lanjutnya.

Komisi X DPR menanggapi permintaan ini dengan hati-hati. Mereka mengatakan akan mempelajari dan mempertimbangkan proposal-proposal itu sebelum mengetuk palu.

"Untuk anggaran SEA Games, dari Rp 50 M yang diminta, saya nggak yakin ada prestasi yang menonjol. Terutama problem utama di organsiasi di PSSI adalah ketidakdisiplinan, juga masalah etika dan hukum. Tapi, soal anggaran ini kita bahas lagi," kata Utut Adianto.

"Permintaan anggaran harus disesuaikan dengan prestasi. Tapi sampai sekarang keraguan pubik terhadap PSSI sangat tinggi. Soal anggaran kami akan mempertimbangkannya lagi. Karena itu harus dibahas secara kritis," ucap Hanif Dhakiri.
- Jelang Indonesia vs Uruguay
'Pemain Naturalisasi Demi Prestasi'

Jakarta - Sebanyak empat orang pemain keturunan akan memperkuat timnas Indonesia menghadapi Uruguay. Menurut Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Iman Arief, ini dilakukan untuk mengatrol prestasi Indonesia dengan cepat.

Ada empat pemain naturalisasi yang akan bermain memperkuat Indonesia menghadapi Uruguay hari Jumat (8/10/2010) mendatang. Mereka adalah Jhonny Rudolf van Beukering dan Sergio Van Dijk yang berposisi sebagai striker, serta Rafael Guillermo Eduardo Maitimo yang berposisi gelandang.

Satu orang lainnya, Jeffry de Vischer, batal tampil akibat cedera. Posisinya akan digantikan oleh Tobias Waisapy yang berposisi bek.

"Timnas Indonesia yg keturunan akan datang besok pagi. Kemungkinan semua bisa main lawan Uruguay. Tapi ada satu, Jeffry, mengalami cedera hamstring. Jadi, dia diganti oleh Tobias Waisapy, dia posisinya defender dari FC Excelsior Belanda. tingginya 177 cm," ungkap Iman.

Iman kemudian menjawab kritikan terkait pemain naturalisasi ini. Banyak yang menilai bahwa sebenarnya Indonesia tak kekurangan pemain-pemain asli yang sama kualitasnya.

"Ini bukan hanya terjadi di neara kita. Di Jerman Boateng juga bisa milih apakah mau pake paspor Ghana atau Jerman. Soal pemain-pemain ini bisa dirasa nasionalisme mereka dan mereka mau bermain untuk kita, serta klub mereka sudah mengizinkan."

"Kita butuh menambah kekuatan untuk formasi terbaik. dan kita cari yang keturunan. Sekarang tergantung pemerintah mau mempermudah program naturalisasi mereka atau tidak."

"Kalau ditanya, kita mau mendahulukan prestasi atau pembinaan, pasti prestasi duluan lah. Itu adalah salah satu program jangka pendek kita," tuntasnya.
- Jelang Indonesia vs Uruguay
La Celeste Tiba Selasa dengan Enam Kloter

Jakarta - Tim nasional Uruguay akan tiba di Jakarta pada hari Selasa (5/10/2010). La Celeste membawa rombongan yang beranggotakan 35 orang dan terdiri dari enam kloter.

"Tim Uruguay akan tiba Selasa. Kedatangannya ada lima sampai enam kloter. Kemungkinan datangnya jam 3 sampai 7 malam. Total yang datang 35 orang, termasuk ofisial dan semuanya," ujar Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Iman Arief.

Diego Forlan cs kemudian akan berlatih secara tertutup di GOR Soemantri pada hari Rabu (6/10). Barulah pada Kamis (7/10) sore mereka akan berlatih secara terbuka di Gelora Bung Karno.

"Soal jadwal latihan. Rabu sore akan tertutup di GOR Soemantri, lalu Kamis juga tertutup di Soemantri. Baru Kamis sorenya di Senayan terbuka," lanjut Iman.

Indonesia versus Uruguay akan berduel di GBK pada 8 Oktober pukul 20.00 WIB. Mereka akan melanjutkan perjalanan pada 9 Oktober, untuk terbang ke China dan berujicoba melawan timnas negara tersebut pada 12 Oktober.

Senin, 04 Oktober 2010

- Pelatih Persema Kritik Wasit & Sepakbola Indonesia

Samarinda - Kubu Persema Malang mencibir kepemimpinan wasit Aeng Suarlan yang memimpin laga kontra Persisam Putra Samarinda. Apa yang ditampilkan wasit itu bak mencerminkan buruknya sepakbola Indonesia secara umum.

Persema harus menelan kekalahan 2-3 dari tuan rumah Persisam. Hasil itu, nilai Pelatih Persema Timo Scheunemann, tak lepas dari kepemimpinan wasit Aeng Suarlan.

"Kalau begini terus, camkan omongan saya. Bukan hanya U-16 yang kalah dari Timor Leste. Tapi senior juga," cetus Timo, kepada wartawan di Press Room Stadion Segiri Samarinda, Jl Kesuma Bangsa.

Timo tampak begitu emosional dalam menyuarakan pendapatnya itu usai timnya kalah. Saking kesalnya, sebelum Konperensi Pers dimulai, ia bahkan terlihat menggebrakkan buku yang ia bawa ke atas meja yang disediakan untuknya.

Salah satu ketidaktepatan wasit dalam mengambil keputusan adalah tendangan penalti yang dihadiahkan untuk tuan rumah setelah pemain Persisam Choi Dong Soo terjatuh di kotak penalti Persema.

"Ini di tv, di-replay. Dilihat pelan-pelan. Yang mengerti bola, pasti setuju dengan saya," tegas Timo.

Berdasarkan pertemuan technical meeting Sabtu (2/10/2010) malam lalu, PT LI membeberkan peraturan baru yang justru dilanggar sang wasit.

Dalam hal ini, Timo menyoal eksekusi penalti Julio Lopez, yang sempat berhenti beberapa saat sebelum melepaskan tendangan ke gawang Persema.

"Peraturan dulu boleh berhenti dulu, tapi sekarang tidak boleh. Seharusnya Julio Lopez mendapat kartu kuning," sergah Timo.

Perkara wasit dan ketidakonsistenan peraturan itu sendiri hanyalah satu dari sejumlah kekurangan lain yang bisa jadi cerminan kualitas sepakbola Indonesia saat ini. Maka Timo pun mengaku pesimistis dengan tekad Indonesia untuk menjadi 'Macan Asia' 5 tahun mendatang atau bahkan masuk ke Piala Dunia 10 tahun mendatang.

"Saya lebih menghargai SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) ketimbang orang-orang yang terlibat di sepakbola," kata Timo, yang berkewarganegaraan Jerman itu.

"Berpuluh-puluh tahun sudah seperti ini," sungutnya.

Persisam Lebih Beruntung

Sementara di kesempatan yang sama, kubu Persisam menilai poin penuh yang berhasil dipetik, dinilai patut disyukuri.

"Tim kita lebih beruntung," kata Pelatih Persisam,Hendri Susilo.